Karawang, Wartacana.com – Pembangunan infrastruktur di Kelurahan Nagasari terus dilakukan secara bertahap guna mendukung kebutuhan masyarakat. Sejak 2018, sejumlah pembangunan telah dilaksanakan, dan di antaranya jalan setapak serta drainase yang dibangun pada 2021. Selain itu, pembangunan juga mencakup sarana dan prasarana Posyandu serta program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU).
Pembangunan jalan menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan juga dibangun melalui pembetonan dan pengaspalan. Dua titik yang telah dilakukan pembetonan berada di wilayah Kepuh dan di sekitar lokasi Rumah Sakit Dokter Joko. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempermudah transportasi serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain pembangunan jalan, Kelurahan Nagasari juga memberikan perhatian terhadap drainase dan fasilitas pendukung lainnya, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) pada jalan setapak. Di sejumlah tikungan tajam, turut terdapat cermin cembung yang berfungsi membantu pengguna jalan melihat kondisi dari arah berlawanan sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Dalam menjaga lingkungan, pihak kelurahan turut mengajak masyarakat untuk berperan melalui berbagai ajakan dan jargon, termasuk DPS KENARI (Daftar Pemilih Sementara Kelurahan Nagasari). Sementara itu, perencanaan pembangunan dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pada dasarnya rencana pembangunan untuk 2026 disusun berdasarkan usulan dari tingkat RT dan RW, sedangkan rencana untuk 2027 juga telah mulai dirumuskan.
Pembangunan yang telah dilaksanakan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat dijaga keberlangsungannya. Karena itu, masyarakat diharapkan turut merawat berbagai fasilitas yang telah dibangun agar tetap dapat digunakan dengan baik. Dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan melibatkan perencanaan dari tingkat masyarakat, Kelurahan Nagasari terus berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur di wilayahnya.
Tim jurnalistik Ilmu Komunikasi UNSIKA angkatan 2026 Putri Aulia Pebriani, Sohibul Milah, serta Januar Yudhistira berkesempatan untuk mengikuti sesi wawancara Bersama Bapak Hasbullah, selaku kepala kelurahan Nagasari. Juga dilanjut oleh Bapak Undang selaku staff operator kelurahan Nagasari.

Berikut petikannya:
Bagaimana Bapak melihat kondisi infrastruktur desa saat ini? Apakah secara umum sudah cukup baik atau masih ada yang perlu diperbaiki?
Terkait sarana dan prasarana, pembangunan di Kelurahan Nagasari masih terus berlanjut. Alhamdulillah, pembangunan yang ada sudah mencapai target. Sejak 2018, dana kelurahan digunakan untuk membangun jalan setapak, jalan lingkungan, dan sejak 2021 juga untuk pembangunan drainase, baik di wilayah perkotaan maupun wilayah utara. Selain itu, kami membangun sarana posyandu dan melaksanakan program RUTILAHU. Pembangunan juga mendapat dukungan dari anggaran kedinasan, seperti PUPR untuk pembangunan jalan besar. Jadi, pembangunan infrastruktur di Kelurahan Nagasari terus dilakukan secara berkelanjutan.
Apa saja fasilitas atau infrastruktur yang saat ini menjadi perhatian utama pemerintah desa?
Saat ini ada dua prioritas utama, yaitu penanganan sampah dan drainase. Masalah sampah menjadi perhatian karena jumlah penduduk dan pendatang cukup banyak sehingga volume sampah terus meningkat. Kami mendorong Gerakan Peduli Sampah Kelurahan Nagasari agar masyarakat dapat memilah dan mengelola sampah secara mandiri, termasuk menggunakan komposter. Hal ini membutuhkan perubahan kebiasaan masyarakat yang sebelumnya hanya mengumpulkan dan membuang sampah. Prioritas kedua adalah drainase. Beberapa titik di wilayah perkotaan masih mengalami banjir saat hujan, sehingga pembangunan dan perbaikan drainase diperlukan agar saluran air dapat berfungsi dengan baik.
Bagaimana proses pembangunan tersebut dilakukan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya?
Perencanaan pembangunan dilakukan melalui MUSRENBANG (Musyawarah Rencana Pembangunan) di tingkat kelurahan. Masyarakat mengusulkan rencana pembangunan melalui RT/RW, kemudian usulan tersebut direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun berikutnya. Setiap awal tahun, kami kembali melakukan musyawarah untuk menampung aspirasi dan menentukan pembangunan yang akan dilakukan.
Apa manfaat yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat setelah pembangunan atau perbaikan fasilitas tersebut selesai?
Manfaat pembangunan jalan adalah mempermudah dan mempercepat akses masyarakat, terutama para pedagang. Jalan yang sebelumnya masih berupa tanah menjadi jalan yang lebih layak sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah.
Dalam pelaksanaannya, kendala apa yang paling sering dihadapi pemerintah desa dalam pembangunan atau pemeliharaan infrastruktur?
Alhamdulillah, pembangunan di Kelurahan Nagasari umumnya tidak mengalami kendala berarti karena masyarakat juga memberikan dukungan. Kendala yang biasanya muncul adalah faktor cuaca dan kondisi lokasi. Di beberapa wilayah, jalan yang sempit menyulitkan kendaraan seperti mobil molen untuk masuk. Selain itu, di wilayah perkotaan terkadang terdapat banyak kabel yang mengganggu proses pembangunan. Untuk pemeliharaan, pemerintah membantu membangun fasilitas, sedangkan masyarakat diharapkan ikut merawatnya.
Apakah ada fasilitas atau infrastruktur lain yang direncanakan untuk dibangun atau diperbaiki ke depannya?
Kelurahan Nagasari sudah memprogramkan pembangunan readymix beton dan hotmix. Tahap pertama telah direalisasikan di dua titik, yaitu betonisasi di Kepuh RW 36 dan pengaspalan di sekitar Dokter Joko Dippo Barat RW 22. Selanjutnya, pengaspalan akan dilanjutkan di tiga titik lainnya. Setiap awal tahun, kami melakukan musyawarah bersama RT/RW untuk menampung aspirasi masyarakat, seperti kebutuhan jalan, fasilitas PJU, dan fasilitas lainnya. Dengan adanya anggaran ini, kami berharap pembangunan dapat terus membantu masyarakat.
Apa yang menjadi harapan Bapak terhadap pembangunan infrastruktur desa ke depannya?
Kelurahan Nagasari berada di wilayah perkotaan dan banyak dilihat oleh masyarakat dari luar daerah. Karena itu, kami berharap tidak ada lagi jalan tanah, rusak, atau fasilitas yang tidak memadai. Kami terus menampung aspirasi masyarakat dan mengusulkannya kepada pemerintah, termasuk program RUTILAHU bagi rumah yang tidak layak huni. Kami berharap program dan anggaran pembangunan dari pemerintah dapat terus berlanjut karena kelurahan tidak memiliki anggaran mandiri yang besar.
Apa pesan Bapak kepada masyarakat terkait pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di desa ini ?
Kami berharap masyarakat tidak hanya mengusulkan atau meminta pembangunan, tetapi juga ikut merawat fasilitas yang sudah dibangun. Contohnya, drainase yang sudah diperbaiki perlu dibersihkan secara rutin, minimal seminggu sekali, atau melalui kegiatan gotong royong. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan baik tidak dirawat oleh masyarakat. Pemerintah tidak hanya membangun di satu wilayah, tetapi juga harus memperhatikan wilayah lainnya, sehingga diperlukan kerja sama masyarakat dalam menjaga fasilitas yang ada.
Penulis: Januar Yudhistira, Sohibul Milah. Putri Aulia Pebriani





