Tertahan atau Bertahan: Dilema LPM UNSIKA

Karawang, Wartacana.com — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadapi berbagai tantangan dalam mengangkat dan mempublikasikan berita mengenai isu kampus. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan pers mahasiswa dalam menyampaikan informasi kepada mahasiswa dan khalayak umum, khususnya isu tentang kampus.

Dalam wawancara yang dilakukan pada Kamis,17 September 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang, Handhika Maulidan sebagai Ketua LPM dan Mochammad Rai Assyifa Qolbu sebagai anggota LPM menjelaskan proses yang LPM jalani ketika mengangkat suatu isu, mulai dari mencari informasi yang sesuai dengan apa yang terjadi, menyusun berita itu sendiri hingga menghadapi respons publik, terutama dari pihak kampus setelah berita diterbitkan.

Handhika Maulidan dan Mochammad Rai Assyifa Qolbu, Ketua dan Anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Unsika
Handhika Maulidan dan Mochammad Rai Assyifa Qolbu, Ketua dan Anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Unsika

Menurut Handhika Maulidan, tantangan utama dalam pemberitaan isu kampus adalah bagaimana menyajikan informasi yang menarik bagi mahasiswa, tetapi tetap sesuai dengan fakta dan kondisi yang terjadi di lapangan. Karena itu, LPM perlu mempertimbangkan cara penyampaian berita agar informasi yang dipublikasikan dapat menarik perhatian pembaca sekaligus tetap relevan dengan kepentingan mahasiswa.

“Solusi dari kami, kami menyiapkan postingan berita itu yang menarik minat baca publik yang membaca berita kami, dengan cara memberikan visual yang menarik dan juga dengan membicarakan isu-isu yang terjadi yang berhubungan dengan mahasiswa.”
Sementara itu, Mochammad Rai Assyifa Qolbu mengungkapkan bahwa setelah berita dipublikasikan, LPM juga harus menghadapi respon dari pihak terkait, terutama dari pihak terkait.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, LPM Unsika tetap berupaya menjalankan fungsi pers mahasiswa dengan melakukan verifikasi informasi, konfirmasi kepada pihak terkait, dan mempertimbangkan fakta sebelum publikasi. Bagi LPM, kondisi tersebut menjadi pilihan antara “tertahan atau bertahan” dalam menjalankan peran pers mahasiswa.

Berikut petikan wawancara.

– Apa yang mendorong LPM Resonan UNSIKA untuk tetap berani bersuara dan mengunggah pemberitaan terkini mengenai UNSIKA melalui platform media sosial di tengah perkembangan media informasi saat ini?
Karena kita sebagai lembaga pers mahasiswa kita terdorong untuk memberitakan suatu kebenaran dan transparansi dari pihak kampus baik dari kebijakan dan pembangunan, serta kita juga yang mewawancarai pihak kampus dan menerbitkan berita kita di platform milik kita, Tantangannya di arus media online sekarang banyak informasi mengenai unsika, Nah yang jadi pembeda antara media sosial yang ada dengan lpm ini adalah kita mendapatkan informasi eksklusif karena kita sebagai lembaga pers mahasiswa lebih mengetahui hal hal lebih dalam seputar unsika.

– Apa tantangan terbesar yang dihadapi LPM Resonan UNSIKA dalam menarik minat mahasiswa untuk membaca berita, khususnya di tengah derasnya arus informasi di media social, Apa solusinya?
Solusi dari kami, kami menyiapkan postingan berita itu yang menarik minat baca publik yang membaca berita kami, dengan cara menberikan visual yang menarik dan juga dengan membicarakan isu isu yang terjadi yang berhubungan dengan mahasiswa.

– Bagaimana LPM Resonan UNSIKA memastikan setiap informasi yang diterbitkan melalui media sosial tetap akurat dan dapat dipercaya, di tengah tuntutan untuk menyampaikan berita secara cepat?
Cara kita agar mendapatkan berita yang valid, kita pastinya selalu menguji setiap data dan memastikan setiap data sesuai dengan apa yang kita dapat setelah itu kita mengolah data tersebut dan kita juga akan mengecek kembali serta memastikan kata katanya itu benar.

– Menurut Anda, isu apa yang paling menonjol di lingkungan kampus tahun ini, dan bagaimana LPM Resonan UNSIKA melihat serta menyikapi isu tersebut?
Kalau di unsika lagi lagi soal pembangunan dan fasilitas dan akhir akhir ini yang paling menonjol itu pada saat pelaksaan pkkmb yang dimana terjadinya kerusuhan pada saat pembubaran pkkmb dan kesalahan teknis panitia pkkmbnya

– Bagaimana respon pihak universitas terhadap pemberitaan yang diterbitkan oleh L.PM Resonan UNSIKA, khususnya ketika pemberitaan tersebut mengangkat isu yang berkaitan dengan kondisi atau kebijakan kampus?
Respon dari pihak kampus pastinya buruk, karena pihak kampus tidak terima kalau ada berita buruk tentang kampus apalagi pihak kampus membutuhkan nilai yang bagus dari kementrian dan mereka juga membutuhkan akreditasinya yang bagus dari setiap prodi, oleh karena itu lpm selalu mendapatkan intimidasi dari pihak kampus agar lpm ini memberitakan berita yang baik saja seputar kampus.

https://youtu.be/51fCtftvtAs?si=pydB7LJcwKPL9F5p

 

Penulis: Aura Tri Meiliana, Dhearuna Khaerunnisa, Muhammad Januar Hakim (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 1)

 

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

IKO NETWORK dalam UNSIKA, Apa Perannya?

Karawang, wartacana.com – Gagasan IKO NETWORK lahir dari mahasiswa baru Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) sebagai upaya menghubungkan mahasiswa dengan alumni. Program yang dirancang melalui kegiatan Pengenalan Organisasi dalam…

Read more
Menuju Kelurahan Nagasari Yang Infrastrukturnya Kian Memadai

Karawang, Wartacana.com – Pembangunan infrastruktur di Kelurahan Nagasari terus dilakukan secara bertahap guna mendukung kebutuhan masyarakat. Sejak 2018, sejumlah pembangunan telah dilaksanakan, dan di antaranya jalan setapak serta drainase yang…

Read more

You Missed

IKO NETWORK dalam UNSIKA, Apa Perannya?

IKO NETWORK dalam UNSIKA, Apa Perannya?

Tertahan atau Bertahan: Dilema LPM UNSIKA

Tertahan atau Bertahan: Dilema LPM UNSIKA

Peran Duta Hukum dan HAM Jawa Barat Dalam Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda

Peran Duta Hukum dan HAM Jawa Barat Dalam Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda

Menuju Kelurahan Nagasari Yang Infrastrukturnya Kian Memadai

Menuju Kelurahan Nagasari Yang Infrastrukturnya Kian Memadai

ORGANISASI DI ERA MODERN APAKAH MASIH RELEVAN?

ORGANISASI DI ERA MODERN APAKAH MASIH RELEVAN?
Cara Berdebat dan Membuat Argumen Berkualitas