Karawang, Wartacana.com – Kenaikan harga bahan pokok menjadi salah satu kondisi yang turut dirasakan oleh pelaku usaha warung tegal (warteg). Hampir seluruh bahan yang digunakan untuk kebutuhan usaha mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional, sementara harga makanan yang dijual kepada pelanggan tetap dipertahankan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak kenaikan harga bahan pokok terhadap usaha warteg, dilakukan wawancara dengan Zainil (46), pemilik warteg. Berdasarkan hasil wawancara, kenaikan harga bahan pokok tidak hanya terjadi pada beberapa bahan tertentu, tetapi dirasakan hampir secara merata.
Kenaikan Harga Bahan Pokok Berdampak pada Operasional
Saat ditanya mengenai bahan pokok yang mengalami kenaikan paling terasa, Zainil menjelaskan bahwa hampir seluruh bahan mengalami kenaikan dan dampaknya juga dirasakan dalam proses pengolahan makanan.
Apa saja bahan pokok yang kenaikan harganya paling terasa bagi usaha warteg Bapak?
“Banyak, semua bahan hampir merata ada kenaikan, dan dari segi pengolahan juga terasa.”
Kenaikan harga tersebut kemudian berpengaruh terhadap biaya operasional warteg. Menurut Zainil, peningkatan biaya yang dirasakan cukup besar, yaitu mencapai sekitar 10–30 persen.
Berapa besar kenaikan harga bahan pokok memengaruhi biaya operasional warteg?
“Lumayan jauh, kenaikannya hampir 10–30 persen.”
Dampak kenaikan harga tersebut juga bukan hanya terjadi dalam waktu tertentu. Hingga saat ini, kenaikan harga bahan pokok masih dirasakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Di saat kapan kenaikan harga bahan pokok paling terasa dampaknya?
“Sampai saat ini.”
Harga Jual Makanan Tetap Dipertahankan
Meskipun biaya operasional mengalami kenaikan, Zainil memilih untuk tidak menaikkan harga makanan yang dijual kepada pelanggan. Harga jual tetap dipertahankan seperti sebelumnya dan tidak dilakukan pengurangan harga jual maupun perubahan harga karena kenaikan bahan pokok.
Apakah harga jual makanan ikut dinaikkan ketika harga bahan pokok naik, atau lebih memilih untuk mengurangi porsinya?
“Tidak ada kenaikan untuk penjualan, tetap sama seperti awal.”
Keputusan untuk mempertahankan harga jual juga berkaitan dengan kondisi pelanggan. Ketika terdapat pelanggan yang meminta harga lebih rendah, Zainil tetap mendengarkan dan mempertimbangkan permintaan tersebut.
Bagaimana respons pelanggan ketika harga makanan mengalami kenaikan?
“Tidak ada kenaikan harga, tapi kalau ada yang minta untuk lebih direndahkan lagi harganya, maka kami mendengarkannya.”
Biaya Sewa Menjadi Tantangan Lain
Selain kenaikan harga bahan pokok, terdapat tantangan lain yang dihadapi dalam menjalankan usaha warteg. Zainil menjelaskan bahwa warteg yang dikelolanya merupakan tempat sewaan sehingga terdapat pemilik tempat yang juga perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha.
Menurut Bapak, apa tantangan terbesar lainnya yang dihadapi penjual warteg dalam kondisi ekonomi saat ini?
“Warteg sewa, dan ada pemiliknya.”
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha perlu menghadapi beberapa pengeluaran sekaligus. Di satu sisi, harga bahan pokok mengalami kenaikan yang berdampak pada biaya operasional hingga sekitar 10–30 persen. Di sisi lain, harga jual makanan tetap dipertahankan agar pelanggan tetap dapat membeli dengan harga yang sama.
Kenaikan harga bahan pokok pun menjadi tantangan yang masih dirasakan hingga saat ini oleh usaha warteg. Di tengah meningkatnya biaya operasional dan adanya biaya sewa tempat, mempertahankan harga jual menjadi pilihan yang dilakukan Zainil dalam menjalankan usahanya.
Penulis: Aeni Saf’ati Maulidiyah, Devi Mawar, dan Meyla Rasikha Yafa (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 1)




