Menepis Label Apatis: Mengurai Pola Kepedulian Sosial Generasi Muda di Era Digital

Karawang, Wartacana.Com – Di tengah derasnya arus informasi dan isu sosial di media sosial, muncul stigma bahwa generasi muda atau mahasiswa masa kini semakin apatis. Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Ibu Siti Hamimah. Menurutnya, Gen Z bukannya tidak peduli, melainkan memiliki pola kepedulian yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Jika generasi terdahulu cenderung menyuarakan aspirasi dengan turun ke jalan untuk berdemonstrasi, mahasiswa saat ini lebih memanfaatkan ruang digital. Kepedulian sosial kini kerap diwujudkan melalui pembuatan poster digital, penyuaraan isu di media sosial, hingga penyampaian opini melalui kolom komentar.

Perubahan pola ini dilatarbelakangi oleh fenomena kelelahan isu (issue fatigue). Mahasiswa sering kali merasa lelah akibat pergeseran isu sosial dan politik yang terjadi sangat cepat. Selain itu, timbul pula anggapan bahwa suara atau aksi yang dilakukan tidak membawa dampak langsung bagi kehidupan pribadi mereka.

“Gen Z hari ini sebetulnya bukan tidak peduli, tetapi polanya yang berbeda. Mereka lebih kreatif dalam menyuarakan apa yang menjadi kegelisahan mereka melalui media sosial,” ungkap Ibu Siti Hamimah.

Foto profil ibu Dr. siti hamimah, S.H., M.H
Foto profil ibu Dr. siti hamimah, S.H., M.H

Meski saluran penyampaiannya bergeser ke media sosial, peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) tetap tidak boleh pudar. Aksi nyata dan demonstrasi konstruktif yang dilakukan secara tertib masih menjadi instrumen penting dalam mengawal kebijakan pemerintah. Mahasiswa diimbau untuk tidak bersikap acuh tak acuh (kupu-kupu/kuliah-pulang kuliah-pulang) terhadap dinamika sosial yang sedang terjadi.

Perguruan tinggi juga memiliki peran sentral dalam memupuk kesadaran sosial mahasiswa. Kampus diharapkan bersikap terbuka terhadap penyampaian aspirasi serta menyediakan wadah pembentukan peka sosial, seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN), pengabdian masyarakat, hingga forum diskusi atau seminar kritis.

Merespons tantangan zaman, generasi muda diajak untuk tetap peka dan bertindak sewajarnya demi membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Kepedulian sosial bukan sekadar tahu banyaknya informasi, melainkan bagaimana mahasiswa memilih untuk merespons dan memperjuangkan hak-hak masyarakat secara nyata.

“Harus Ada yang Dikerjakan agar Kehidupan Berjalan Wajar”
Pergeseran pola kepedulian sosial pada era digital menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa Gen Z. Mengutip lirik lagu Iwan Fals, Ibu Siti Hamimah menekankan pentingnya peran aktif
mahasiswa di tengah masyarakat. Berikut adalah rangkuman pandangan beliau mengenai kepedulian sosial generasi muda:


1. Bagaimana Ibu melihat tingkat kepedulian sosial generasi muda saat ini?

Generasi muda atau Gen Z saat ini bukannya tidak peduli, melainkan polanya yang telah berubah. Dulu, bentuk kepedulian diwujudkan dengan turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Sekarang, mereka lebih banyak menyuarakan aspirasi dan kegelisahan secara kreatif lewat media sosial, seperti membuat poster dan berkomentar.

2. Apakah benar generasi muda semakin apatis terhadap isu-isu sosial dan pemerintahan?
Tidak sepenuhnya apatis. Ada kondisi di mana mahasiswa merasa mengalami kelelahan isu (issue fatigue) karena pergantian isu yang begitu cepat dan merasa aksi mereka tidak membawa dampak langsung. Namun, sebetulnya mereka menyuarakan pendapat dengan cara baru di media sosial.

3. Faktor apa saja yang menyebabkan munculnya rasa lelah atau sikap apatis tersebut?
Faktor utamanya adalah kelelahan menghadapi persoalan yang datang bertubi-tubi, rasa pusing terhadap beban kehidupan pribadi, serta anggapan bahwa isu tersebut tidak berdampak langsung pada dirinya. Selain itu, ada persepsi bahwa solidaritas di media sosial saja sudah dianggap cukup.

4. Bagaimana seharusnya mahasiswa menyikapi dinamika sosial dan isu pemerintahan?
Mahasiswa adalah agen perubahan. Mahasiswa tidak boleh menjadi tipikal yang “kupu-kupu” (kuliah-pulang kuliah-pulang) dan acuh tak acuh. Jika ada pergerakan atau aksi yang memperjuangkan hak rakyat, mahasiswa perlu mendukungnya dan tidak meremehkan perjuangan tersebut.

5. Bagaimana peran kampus dalam meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa?
Kampus harus terbuka terhadap isu sosial dan tidak menutup ruang audiens bagi mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasi. Selain itu, kampus memfasilitasi kesadaran sosial melalui kegiatan nyata seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), pengabdian masyarakat, serta forum diskusi atau seminar.

6. Apa pesan Ibu kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kepedulian sosial?
Seperti kata Iwan Fals, harus ada yang dikerjakan agar kehidupan berjalan wajar. Jika kita hanya diam dan tidak peduli terhadap persoalan di masyarakat, keberadaan kita sebagai mahasiswa menjadi tidak bermakna. Bergeraklah sewajarnya dan mulailah peka agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

PELANGGARAN LALU LINTAS DI KALANGAN REMAJA: POTRET KURANGNYA KESADARAN BERKENDARA DI ERA MODERN

Karawang, Wartacana.com — Pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja masih menjadi persoalan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak menggunakan helm, tidak memasang plat nomor, menggunakan knalpot brong, hingga tidak…

Read more

You Missed

KULIAH SAMBIL BEKERJA BUKAN HALANGAN UNTUK MENGEJAR CITA-CITA

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

PELANGGARAN LALU LINTAS DI KALANGAN REMAJA: POTRET KURANGNYA KESADARAN BERKENDARA DI ERA MODERN

Pengaruh Lingkungan Pertemanan Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa: Antara Penyesuaian Diri dan Identitas

Pengaruh Lingkungan Pertemanan Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa: Antara Penyesuaian Diri dan Identitas

Pengaruh Pola Tidur terhadap Akademik Mahasiswa, Ini Penjelasan Dinkes Karawang

Pengaruh Pola Tidur terhadap Akademik Mahasiswa, Ini Penjelasan Dinkes Karawang

Menepis Label Apatis: Mengurai Pola Kepedulian Sosial Generasi Muda di Era Digital

Menepis Label Apatis: Mengurai Pola Kepedulian Sosial Generasi Muda di  Era Digital