Karawang Wartacana.com — Persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Tingginya aktivitas civitas akademika setiap hari membuat volume sampah terus bertambah, sementara pengelolaannya masih menghadapi sejumlah kendala. Penumpukan sampah bahkan masih dapat ditemukan di berbagai area fakultas.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang petugas kebersihan UNSIKA, sampah yang berada di lingkungan kampus dikumpulkan dari masing-masing fakultas untuk kemudian diangkut menuju tempat pembuangan akhir. Petugas menjelaskan, sampah dari fakultas-fakultas tersebut dibawa ke TPA dan selanjutnya menuju Cikampek.
“Diambil dari tiap fakultas, dibawa ke TPA, terus dibawa ke Cikampek,” ujar petugas kebersihan UNSIKA.
Sampah Menumpuk di Berbagai Fakultas
Permasalahan penumpukan sampah tidak hanya terjadi di satu lokasi. Menurut petugas kebersihan, hampir setiap fakultas memiliki persoalan serupa. Area Fakultas Ekonomi, FHI, dan fakultas lainnya disebut menjadi beberapa titik tempat sampah mudah menumpuk.
“Tiap fakultas, ekonomi, FHI, pokoknya tiap fakultas ada dan penuh,” ungkapnya.
Jenis sampah yang paling banyak ditemukan didominasi oleh sampah sehari-hari seperti botol plastik, kertas, dan berbagai jenis plastik. Kondisi tersebut tidak terlepas dari aktivitas mahasiswa dan civitas akademika yang berlangsung hampir sepanjang hari di lingkungan kampus.
Yang menjadi persoalan, kebersihan lingkungan kampus tidak dapat bertahan lama meskipun petugas telah melakukan pembersihan secara rutin. Setelah dibersihkan, sampah kembali muncul pada hari yang sama.
“Tiap hari, udah bersih, kotor lagi,” kata petugas tersebut.
Kesadaran Menjadi Tantangan
Menurut petugas kebersihan, salah satu penyebab kondisi tersebut adalah kesadaran sebagian pengguna lingkungan kampus dalam membuang sampah pada tempatnya yang masih perlu ditingkatkan.
“Karena belum sadar, kan ada tempatnya, tapi pada belum sadar,” jelasnya.
Meski menghadapi kondisi lingkungan yang cepat kembali kotor, petugas kebersihan tetap menjalankan pekerjaannya dengan sikap positif. Ketika ditanya mengenai kendala terbesar dalam pekerjaannya, ia justru mengatakan bahwa dirinya tetap menikmati pekerjaan tersebut.
“Nggak ada, menikmati, enjoy, bersyukur,” ujarnya.
Namun, ia tetap berharap adanya peningkatan fasilitas kebersihan di lingkungan kampus, khususnya penyediaan tempat sampah dengan ukuran yang lebih besar. Selain fasilitas, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya juga dinilai penting untuk membantu menjaga kebersihan kampus.
Mahasiswa Menilai Fasilitas Sudah Cukup
Dari sisi mahasiswa, kondisi fasilitas kebersihan di UNSIKA justru dinilai sudah cukup memadai. Salah seorang mahasiswa mengatakan bahwa tempat sampah telah tersedia di berbagai lokasi yang ramai digunakan mahasiswa, seperti kantin, area fakultas, serta tempat-tempat di sekitar bangku dan titik berkumpul.
“Menurut saya pengelolaan sampah di UNSIKA sudah cukup baik, sangat baik, karena sudah banyak disediakan tempat sampah di mana-mana,” ujar mahasiswa tersebut.
Meski demikian, keberadaan fasilitas tersebut tetap perlu diimbangi dengan kesadaran pengguna kampus. Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa dirinya bersama teman-temannya berusaha saling mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Saya dan teman-teman, paling saling mengingatkan aja untuk buang sampah pada tempatnya, dan ketika ada yang membuang sampah sembarangan, saya ingatkan.”
Ia juga menyarankan agar tempat sampah ditambah di sejumlah titik yang baru menjadi area berkumpul mahasiswa. Salah satunya adalah area tempat duduk baru di FISIP yang dinilai perlu dilengkapi tempat sampah agar tidak menjadi titik baru penumpukan sampah.
“Paling diperbanyak lagi, apalagi di FISIP ada tempat duduk baru, di sana ditaruh tempat sampah baru saja agar nantinya tidak kotor,” tuturnya.
Kebersihan Kampus Adalah Tanggung Jawab Bersama
Permasalahan sampah di UNSIKA menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan kampus bukan hanya bergantung pada petugas kebersihan. Ketersediaan tempat sampah dan rutinitas pengangkutan memang menjadi bagian penting dari pengelolaan sampah, tetapi perilaku pengguna kampus juga memiliki peran besar.
Petugas kebersihan telah menjalankan tugasnya setiap hari, sementara mahasiswa juga dapat berkontribusi dengan membuang sampah sesuai tempatnya dan saling mengingatkan ketika melihat perilaku membuang sampah sembarangan.
Dengan fasilitas yang terus diperbaiki serta kesadaran bersama yang semakin ditingkatkan, lingkungan kampus diharapkan dapat tetap bersih dan nyaman bagi seluruh civitas akademika UNSIKA.
Penulis: Nazma Alula Sakila, Ahmad, dan Lutfiana Nusantara Marpaung (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 1)


