Karawang, Wartacana – Menjalani perkuliahan sambil bekerja bukan perkara mudah. Mahasiswa harus membagi waktu antara kegiatan akademik, pekerjaan, dan kehidupan pribadi. Namun, di balik kesibukan tersebut, ada pengalaman dan manfaat yang bisa didapat, mulai dari bertambahnya relasi, kemampuan berkomunikasi hingga penghasilan tambahan, Bagi seorang mahasiswa yang bekerja sebagai kurir pengantar barang, keputusan untuk bekerja tidak datang karena tuntutan dari keluarga. Ia memilih bekerja atas inisiatif sendiri. Kesempatan itu muncul ketika masa libur semester tiba pada Juni lalu. Waktu libur yang cukup panjang membuatnya berpikir untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Daripada hanya menghabiskan waktu di rumah, ia memilih mencoba bekerja sebagai kurir pengantar barang.“Daripada hanya menghabiskan waktu di rumah, saya ingin melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan,” ujarnya.Keputusan tersebut ternyata membuatnya harus menghadapi tantangan baru. Kesulitan utama yang dirasakan adalah membagi waktu. Pekerjaan sebagai kurir membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena harus mengantarkan barang ke berbagai tempat. Sementara itu, kegiatan perkuliahan tetap harus dijalankan dan tugas-tugas akademik tidak bisa ditinggalkan.

Manajemen waktu pun menjadi hal yang penting. Ia harus menentukan kapan waktunya digunakan untuk kuliah, kapan untuk bekerja, dan kapan untuk menyelesaikan tugas. Menurutnya, jika tidak memiliki pengaturan waktu yang baik, kegiatan kuliah dan pekerjaan bisa saling mengganggu. Untuk mengatasinya, ia membuat jadwal khusus. Beberapa jam digunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas, sedangkan waktu lainnya dimanfaatkan untuk bekerja sebagai kurir.
“Dalam beberapa jam tertentu, saya fokus untuk belajar dan mengerjakan tugas. Setelah itu, waktu lainnya saya gunakan untuk bekerja sebagai kurir dan melakukan kegiatan lainnya,” katanya.
Meski harus membagi waktu, ia tidak ingin pekerjaan membuat kegiatan kuliahnya terbengkalai. Tugas tetap dikerjakan dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Tempat untuk mengerjakan tugas pun tidak selalu sama. Setelah selesai kuliah, ia terkadang mengerjakan tugas di kantin atau di rumah teman. Jika sedang memiliki waktu luang yang cukup banyak, rumah menjadi pilihan untuk mengerjakan tugas karena suasananya lebih nyaman. Baginya, tempat bukan menjadi persoalan utama. Yang terpenting adalah menemukan tempat yang nyaman sehingga tugas dapat diselesaikan dengan baik. Bekerja sebagai kurir juga memberikan pengalaman yang sebelumnya belum banyak ia dapatkan. Salah satunya adalah kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang. Dari pekerjaan tersebut, ia bisa mengenal orang-orang baru dan memperluas relasi.
Kemampuan berkomunikasi pun ikut berkembang. Pekerjaan sebagai kurir membuatnya harus berinteraksi secara langsung dengan customer. Kondisi tersebut membuatnya terbiasa berkomunikasi dengan orang lain. Selain mendapatkan pengalaman dan relasi, pekerjaan tersebut juga memberikan penghasilan tambahan. Menurutnya, pengalaman menjadi kurir dapat menjadi bekal untuk menemukan peluang lain di kemudian hari. Keputusan untuk bekerja sambil kuliah juga tidak terlepas dari keinginannya untuk mendapatkan pengalaman lebih. Ia melihat kehidupan perkuliahan memiliki waktu yang lebih fleksibel dibandingkan ketika masih duduk di bangku SMA. Waktu luang tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan di luar perkuliahan.
“Saya ingin mendapatkan pengalaman lebih. Menurut saya, waktu kuliah cukup fleksibel karena jam perkuliahan tidak sepanjang saat masih SMA,” katanya.
Dukungan keluarga secara khusus tidak menjadi alasan utama dirinya memilih bekerja. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut memang berasal dari dirinya sendiri. Karena itu, motivasi terbesar untuk menjalani kuliah dan bekerja secara bersamaan juga datang dari dirinya. Menurutnya, motivasi dari dalam diri sudah cukup untuk membuatnya tetap menjalani kedua kegiatan tersebut. Ia menyadari bahwa kuliah tetap menjadi tanggung jawab utama, sementara pekerjaan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus penghasilan tambahan. Menjalani kuliah sambil bekerja pada akhirnya menjadi pengalaman tersendiri. Kesibukan membagi waktu memang menjadi tantangan, tetapi dari pekerjaan tersebut ia mendapatkan hal-hal baru yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kelas. Bertambahnya relasi, kemampuan berkomunikasi, pengalaman bekerja dan penghasilan tambahan menjadi beberapa hal yang ia rasakan. Dengan membuat jadwal dan memanfaatkan waktu luang, ia berusaha agar kuliah dan pekerjaan tetap dapat berjalan bersama.
“Saya Ingin Mendapatkan Pengalaman Lebih”
Bekerja sebagai kurir di tengah kesibukan kuliah membuat mahasiswa harus pintar membagi waktu. Namun, pekerjaan tersebut juga memberikan pengalaman baru, mulai dari bertemu banyak orang hingga mendapatkan penghasilan tambahan. Bagaimana ia menjalani kuliah sambil bekerja?
1. Apa saja tantangan yang Anda rasakan selama menjalani kuliah sambil bekerja?
Tantangan yang paling saya rasakan tentu manajemen waktu. Saya harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan sebagai kurir pengantar barang, dan kehidupan pribadi. Mengantar barang juga membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga terkadang saya kesulitan mengatur waktu dengan baik.
2. Apa manfaat yang paling Anda rasakan dari pengalaman bekerja selama menjadi mahasiswa?
Manfaat yang saya rasakan cukup banyak. Saya bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak orang karena sebelumnya saya tidak memiliki banyak relasi. Selain itu, kemampuan komunikasi saya juga meningkat karena saya harus berinteraksi langsung dengan customer. Saya juga mendapatkan pengalaman baru sebagai kurir dan tentunya mendapatkan penghasilan tambahan.
3. Siapa yang paling memberikan dukungan kepada Anda dalam menjalani kuliah sambil bekerja?
Untuk dukungan dari keluarga sebenarnya tidak ada secara khusus karena keputusan untuk bekerja ini merupakan inisiatif saya sendiri. Jadi, motivasi terbesar datang dari diri saya sendiri. Saya merasa motivasi tersebut sudah cukup untuk menjalani kuliah sekaligus bekerja.
4. Kapan Anda mulai memutuskan untuk bekerja sambil kuliah?
Saya mulai memutuskan untuk bekerja pada bulan Juni kemarin, saat sedang libur semester. Waktu libur semester cukup panjang, bisa sampai dua bulan lebih. Daripada hanya menghabiskan waktu di rumah, saya ingin melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi kurir pengantar barang.
5. Di mana Anda biasanya mengerjakan tugas ketika jadwal kuliah dan bekerja cukup padat?
Saya cukup fleksibel dalam mengerjakan tugas. Biasanya setelah selesai kuliah saya bisa mengerjakan tugas di kantin atau di rumah teman. Kalau sedang memiliki banyak waktu luang, saya biasanya mengerjakannya di rumah. Bagi saya, tempatnya tidak terlalu penting, yang penting nyaman dan saya bisa fokus mengerjakan tugas.
6. Mengapa Anda memilih untuk bekerja sambil menjalani perkuliahan?
Saya ingin mendapatkan pengalaman lebih. Menurut saya, waktu kuliah cukup fleksibel karena jam perkuliahan tidak sepanjang saat masih SMA. Jadi, saya ingin memanfaatkan waktu luang tersebut untuk mencari pengalaman, mendapatkan penghasilan tambahan, dan menemukan peluang yang mungkin berguna di kemudian hari.
7. Bagaimana cara Anda mempertahankan nilai yang bagus di tengah bentroknya waktu antara bekerja dengan kuliah?
Saya membuat jadwal khusus supaya bisa membagi waktu antara akademik dan pekerjaan. Dalam beberapa jam tertentu, saya fokus untuk belajar dan mengerjakan tugas. Setelah itu, waktu lainnya saya gunakan untuk bekerja sebagai kurir dan melakukan kegiatan lainnya. Dengan membuat jadwal seperti itu, saya berusaha agar kegiatan kuliah dan pekerjaan tetap bisa berjalan dengan baik.
Penulis: Fitria Ramadani, Hafidh Rohadatul Aisi, Richie Raidan (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 1)



