Karawang, Wartacana.com – Nilai-nilai berita merupakan kerangka normatif yang menjadi dasar bagi wartawan dalam menentukan kelayakan suatu peristiwa untuk diberitakan. Dalam perspektif Eriyanto melalui Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media (Mulyana, 2002), nilai berita dipahami sebagai standar dan ukuran yang digunakan dalam praktik kerja jurnalistik.
Secara klasik, para ahli seperti Brooks, Kennedy, Moen, dan Ranly merumuskan sepuluh nilai berita, yakni penting (significance), aktualitas (timeliness), pengaruh (magnitude), kedekatan (proximity), dampak (impact), ketokohan (prominence), konflik (conflict), ketertarikan manusia (human interest), keluarbiasaan (unusualness), dan keunikan (unique). Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi etis sekaligus teknis dalam proses seleksi dan penyajian informasi kepada publik.
Seiring perkembangan teknologi digital, khususnya kehadiran kecerdasan buatan (AI), pemaknaan terhadap nilai-nilai berita mengalami dinamika yang signifikan. AI mampu memproduksi konten jurnalistik secara cepat, terstruktur, dan berbasis data dalam jumlah besar. Praktik automated journalism memungkinkan sistem algoritmik menulis laporan rutin, seperti statistik olahraga atau laporan keuangan, tanpa keterlibatan langsung jurnalis manusia (Dewi, 2022).





