ANTARA EFISIENSI DAN AKTUAL: PERUBAHAN NILAI BERITA DI ERA AI

Karawang, Wartacana.com – Nilai-nilai berita merupakan kerangka normatif yang menjadi dasar bagi wartawan dalam menentukan kelayakan suatu peristiwa untuk diberitakan. Dalam perspektif Eriyanto melalui Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media (Mulyana, 2002), nilai berita dipahami sebagai standar dan ukuran yang digunakan dalam praktik kerja jurnalistik.

Secara klasik, para ahli seperti Brooks, Kennedy, Moen, dan Ranly merumuskan sepuluh nilai berita, yakni penting (significance), aktualitas (timeliness), pengaruh (magnitude), kedekatan (proximity), dampak (impact), ketokohan (prominence), konflik (conflict), ketertarikan manusia (human interest), keluarbiasaan (unusualness), dan keunikan (unique). Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi etis sekaligus teknis dalam proses seleksi dan penyajian informasi kepada publik.

Seiring perkembangan teknologi digital, khususnya kehadiran kecerdasan buatan (AI), pemaknaan terhadap nilai-nilai berita mengalami dinamika yang signifikan. AI mampu memproduksi konten jurnalistik secara cepat, terstruktur, dan berbasis data dalam jumlah besar. Praktik automated journalism memungkinkan sistem algoritmik menulis laporan rutin, seperti statistik olahraga atau laporan keuangan, tanpa keterlibatan langsung jurnalis manusia (Dewi, 2022).

Dalam konteks ini, nilai aktualitas (timeliness) mengalami penguatan karena produksi berita dapat dilakukan secara real time. Kemampuan AI dalam melakukan transkripsi wawancara, analisis data besar (big data), hingga fact-checking turut meningkatkan efisiensi kerja redaksi (Dewi, 2022).

Namun demikian, peningkatan kecepatan dan efisiensi tersebut tidak serta-merta menjamin kedalaman makna. Meskipun akurasi faktual pada berita berbasis data relatif tinggi, AI masih memiliki keterbatasan dalam memahami konteks sosial, nuansa bahasa, serta pertimbangan moral yang menjadi fondasi etika jurnalistik. Di sinilah muncul pemisahan antara akurasi teknis dan akurasi makna.

Nilai keberimbangan, tanggung jawab sosial, serta sensitivitas terhadap kepentingan publik berpotensi tereduksi apabila proses editorial terlalu bergantung pada sistem otomatis. Selain itu, jurnalisme daring kini semakin dipengaruhi oleh logika attention economy, yaitu orientasi pada klik, tayangan, dan tingkat keterlibatan audiens. Algoritma platform digital mencatat preferensi pengguna dan kemudian mempersonalisasi konten sesuai minat masing-masing individu (Riendani, 2024).

Di satu sisi, personalisasi ini memperkuat nilai kedekatan (proximity) dan relevansi berita bagi pembaca. Akan tetapi, di sisi lain, mekanisme tersebut berpotensi menciptakan echo chamber, yakni lingkungan informasi yang terisolasi dan memperkuat keyakinan tertentu melalui repetisi serta validasi internal (Raza, 2025).

Dalam konteks politik misalnya, audiens cenderung hanya terpapar pada berita yang mendukung preferensi mereka, sementara perspektif berbeda semakin tersisih. Akibatnya, nilai konflik dan human interest dapat bergeser menjadi sekadar pemicu respons emosional demi meningkatkan engagement, bukan lagi sebagai sarana pemahaman yang mendalam.

Perkembangan AI juga membuka ruang terjadinya framing yang lebih halus melalui pengaturan algoritmik. Sistem AI yang mampu mengumpulkan, mengolah, dan mengubah data menjadi narasi secara otomatis berpotensi memengaruhi prioritas isu yang tampil di ruang publik (Indainanto, 2020). Berita yang secara sosial penting dapat tersisih apabila tidak memenuhi parameter keterlibatan digital yang tinggi.

Walaupun pemrosesan otomatis menawarkan keunggulan berupa kecepatan, perluasan cakupan berita, serta objektivitas berbasis data, tetap terdapat batasan terkait ketersediaan data, kapasitas analisis, dan desain algoritma itu sendiri. Dengan demikian, penetrasi AI dalam newsroom bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga persoalan epistemologis dan etis. Dalam konteks tersebut, dapat ditegaskan bahwa AI tidak sepenuhnya menggeser nilai-nilai berita klasik, melainkan mengujinya dalam lanskap baru yang serba digital.

Nilai aktualitas semakin diperkuat, tetapi harus diimbangi dengan verifikasi yang ketat. Nilai kedekatan dan personalisasi meningkat, namun berisiko menimbulkan fragmentasi informasi. Oleh karena itu, transparansi teknologi menjadi aspek krusial, publik berhak mengetahui sejauh mana AI digunakan dalam proses produksi berita dan bagaimana mekanisme penyuntingannya. Akuntabilitas tetap harus berada pada institusi media dan jurnalis sebagai pengambil keputusan editorial.

Pada akhirnya, transformasi teknologi menuntut redefinisi nilai berita yang tidak hanya menekankan kecepatan dan efisiensi, tetapi juga transparansi, akuntabilitas, serta keterlibatan manusia sebagai pengawas etis. Kolaborasi antara manusia dan AI menjadi kunci agar jurnalisme tidak tereduksi menjadi sekadar mesin produksi informasi, melainkan tetap menjadi ruang reflektif yang menjunjung kepentingan publik. Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai dasar jurnalisme dapat tetap terjaga di tengah arus transformasi digital yang terus berkembang.

Penulis: Alethea Theresia Rumiris Sinaga, Yuni Susanti, dan Amelia Wahyuningtyas (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 6)


Sumber:

Alif, I., Akbar, M., & Sultan, M. I. (2025). Penggunaan Kecerdasan Buatan (Ai) Dalam Penulisan Berita pada Portal Berita A-News. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah4(12), 3740-3750. https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/download/5020/3966

Dewi, S. S., & Hastjarjo, S. (2024). Persepsi Jurnalis Tentang Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Pembuatan Berita: Studi Kasus Jurnalis Lokal Surakarta. Jurnal Komunikasi Massa, 17(2). https://jurnal.uns.ac.id/kom/article/download/95625/47816

Indainanto, Y. I. (2020). Artificial Intelligence dalam rutinitas media online (Doctoral dissertation, Master Program in Communication Science). https://eprints.undip.ac.id/82286/5/BAB_IV.pdf

Mulyana, D. D. & Eriyanto (2002). Analisis Framing Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Lkis Pelangi Aksara. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=0nBaDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA75&dq=Analisis+Framing+Konstruksi,+Ideologi,+dan+Politik+Media&ots=wUNGdRJtoR&sig=WLAIAQxYHJXgXBRnLWdC8Ix7r_o

Nainggolan, G. F. H., Andryana, S., & Gunaryati, A. (2021). Pencarian Berita Pada Web Portal Menggunakan Algoritma Brute Force String Matching. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika)6(1), 1-10. https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jipi/article/download/1824/915

Rahmat, F. N. (2025). Kolaborasi Jurnalisme dan Artificial Intelligence di Indonesia . KOMUNIKA12(1), 20–28. Retrieved from https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/17942

Raza, A. M., Aulia, N., & Sopian, S. (2025). The echo chamber effect: Analisis sosiologis peran algoritma media sosial dalam pembentukan solidaritas dan polarisasi kelompok di Indonesia. Jurnal Bincang Komunikasi3(1), 38-52. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JBK/article/download/27736/12442

Riendani, C. R., Abhinaya, A., Abdillah, A. R., & Mufadhol, B. D. (2024). Pengaruh Algoritma Media Sosial terhadap Selektivitas Konsumsi Berita Politik pada Generasi Z di Indonesia. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial2(3), 224-228. https://pchukumsosial.org/index.php/pchs/article/download/68/56

Suciati, T. N., & Fauziah, N. (2020). Layak berita ke layak jual: Nilai berita jurnalisme online Indonesia di era attention economy. Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM)3(1), 51-69. https://jurnalrisetkomunikasi.org/index.php/jrk/article/download/105/50

Suryanti, P., & Apriadi, E. A. (2025). Kecerdasan buatan dalam produksi konten jurnalistik: Analisis etika dan akurasi komunikasi berita berbasis AI. Journal Media Public Relations5(1), 253-263. https://media.neliti.com/media/publications/618953-kecerdasan-buatan-dalam-produksi-konten-299204aa.pdf

Taya, L., & Irmawati, I. (2023). Unsur dan nilai berita dalam proses pemilihan halaman beranda Tribunnewssultra. com. CORE: Journal of Communication Research, 1-11. https://journal.unpacti.ac.id/index.php/CORE/article/download/887/493

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

Nilai Berita di Era AI dan Arah Baru Jurnalisme

Karawang, Wartacana.com – Ada satu hal yang sering dilupakan ketika kita berbicara tentang perubahan dunia jurnalistik di era digital bukan nilai beritanya yang berubah, melainkan cara nilai itu bekerja. Perkembangan…

Read more
Relevansi Nilai Berita di Era Kecerdasan Buatan

Karawang, Wartacana.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) saat ini semakin terasa dalam dunia jurnalistik. Teknologi ini tidak lagi hanya menjadi alat pendukung, tetapi mulai terlibat langsung dalam proses produksi berita.…

Read more

You Missed

ANTARA EFISIENSI DAN AKTUAL: PERUBAHAN NILAI BERITA DI ERA AI

ANTARA EFISIENSI DAN AKTUAL: PERUBAHAN NILAI BERITA DI ERA AI

Nilai Berita di Era AI dan Arah Baru Jurnalisme

Nilai Berita di Era AI dan Arah Baru Jurnalisme

Relevansi Nilai Berita di Era Kecerdasan Buatan

Relevansi Nilai Berita di Era Kecerdasan Buatan

Krisis Kepercayaan di Era Digital: Menguji Integritas Media Saat Realitas Bisa Dibuat oleh Mesin.”

Krisis Kepercayaan di Era Digital: Menguji Integritas Media Saat Realitas Bisa Dibuat oleh Mesin.”

AI dan Transformasi Pers: Ancaman atau Peluang bagi Nilai Berita?

AI dan Transformasi Pers: Ancaman atau Peluang bagi Nilai Berita?

AI dan Nilai Berita: Sekadar Pergeseran atau Mengalami Transformasi?

AI dan Nilai Berita: Sekadar Pergeseran atau Mengalami Transformasi?