Karawang , wartacana.com- Kenaikan harga bahan pokok menjadi salah satu hal yang ikut dirasakan oleh pelaku usaha kuliner. Perubahan harga bahan baku seperti cabai dan ayam dapat mempengaruhi biaya yang harus dikeluarkan pedagang dalam menjalankan usahanya. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh pemilik kedai Ayam Cabe Ijo yang berada di sekitar lingkungan mahasiswa. Di tengah perubahan harga bahan baku, pedagang perlu menentukan strategi agar usahanya tetap berjalan tanpa langsung menaikkan harga makanan yang dapat berdampak pada konsumen, khususnya pelajar.
Untuk mengetahui kondisi tersebut secara langsung, tim liputan melakukan wawancara dengan pemilik kedai Ayam Cabe Ijo, Ibu Lina. Mengenai perubahan harga bahan baku dan strategi yang dilakukan untuk mempertahankan harga makanan.

Tim liputan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Rahmah Rohimatul Muthma’innah, Irma Dwi Junia, dan Aluna Zahrah Septriasa, berkesempatan melakukan wawancara secara langsung. Berikut petikannya:
Belakangan ini bahan baku apa yang terasa naik banget harganya?
“Cabe, cabe itu sangat terasa kalau naik.”
Terus dalam sebulan ini tuh udah berapa kali kenaikannya, harganya itu?
“Gak nentu kadang sehari dua hari bisa naik nanti turun, naik lagi, seperti itu.”
Karena bahan-bahannya naik apakah perlu mengubah harga atau porsinya supaya masih dapat keuntungan?
“Oh kalau saya punya strategi sendiri, jadi tidak langsung menaikkan harga, gitu.”
Selanjutnya, bagaimana cara ibu mengelola kedai ini agar terus beroperasi karena kan saat ini kenaikan harga tuh bener-bener tinggi supaya bisa terjangkau bagi pelajar?
“Betul sekali, ayam sama cabe memang lagi pasa naik, cuman kita tidak menaikan harga hanya saja kita mengubah ukuran, tidak merubah banget si cuman tidak menaikan biar masih terjangkau harga pelajar seperti itu.”
Perubahan harga bahan baku tersebut membuat pemilik kedai memilih untuk tidak langsung menaikkan harga makanan. Menurutnya, penyesuaian ukuran menjadi salah satu strategi yang dilakukan agar harga tetap dapat dijangkau oleh pelajar.
Kenaikan harga bahan pangan, khususnya bahan yang menjadi bagian dari menu makanan, tidak hanya berkaitan dengan biaya produksi pedagang, tetapi juga dapat berkaitan dengan harga makanan yang dibeli konsumen. Dalam kondisi tersebut, strategi pedagang menjadi salah satu hal yang menarik untuk melihat bagaimana usaha kuliner bertahan menghadapi perubahan harga bahan baku.
Penulis: Rahmah Rohimatul Muthma’innah, Irma Dwi Junia, dan Aluna Zahrah Septriasa.
Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas Singaperbangsa Karawang



