Ditengah Kuliah dan Organisasi : Bagaimana Mahasiswa Mengatur Waktu dan Kehidupan Pribadi

Karawang, Wartacana.com – Menjadi mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan organisasi. Namun, aktif dalam organisasi di tengah padatnya jadwal kuliah tentu membutuhkan kemampuan dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas.

Bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi, kesibukan tidak hanya berasal dari tugas kuliah dan kegiatan kampus. Kehidupan sehari-hari juga tetap harus dijalani, seperti beristirahat, makan, hingga mengurus kebutuhan pribadi. Kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu menemukan cara agar berbagai aktivitas tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kewajiban utama sebagai mahasiswa.
Hal tersebut menjadi pengalaman yang dirasakan oleh Leni Kania Rachmadhiani dan Jihan Nabilla, mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi. Keduanya menceritakan pengalaman dalam membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan kehidupan sehari-hari, termasuk ketika harus menentukan prioritas di tengah kesibukan.

Berikut penuturan Leni dan Jihan mengenai pengalaman mereka membagi waktu di tengah kesibukan kuliah dan organisasi:

Bagaimana pengalaman Kakak dalam membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan kehidupan pribadi?

Leni Kania Rachmadhiani:
“Oke, sebenarnya menurut aku pengalamannya nggak gimana-gimana sih. Mungkin lebih ke jadwal sehari-hari itu kalau lagi padat, bisa padat banget dan kadang memang agak tertekan sih. Soalnya kan kayak misalnya tugas lagi banyak, terus organisasi juga lagi banyak kegiatan, dan apalagi kan aku anak kos. Jadi pasti kan di kos kayak nyari makan, masak, nyuci, beres-beres kos itu butuh waktu juga ya.
Dan mana tuh jadi aku kayak ke-pressure-nya tuh kayak, aduh banyak banget sih, tapi ini kan badan cuma satu gitu kan. Jadi kayak, gimana baginya. Tapi alhamdulillah selama ini bisa sih.”

Tapi itu semua ke-handle semua?

“Sejauh ini ke-handle. Mungkin kalau ada yang nggak ke-handle di bagian organisasi atau yang kayak kerjaan di kos sih, pekerjaan rumah gitu.”

Jihan Nabilla:
“Oke, secara dari pengalaman aku sendiri untuk membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan kehidupan sehari-hari tuh emang cukup menantang ya dari aku sendiri. Itu tuh gimana cara aku ngebaginya, aku biasanya bikin prioritas. Prioritas aku itu di mana.
Karena di sini aku niatnya untuk kuliah, jadi aku mengutamakan mengerjakan tugas-tugas aku dulu sama kayak kegiatan kuliah. Baru kalau emang udah prioritas itu udah selesai, aku balik ke organisasi.
Dan untuk kehidupan sehari-hari, kayak yang penting kalau untuk aku, aku ada waktu untuk istirahat, makan, dan tidur aku cukup. Itu aja sih.”

Pernahkah Kakak berada dalam situasi ketika harus memilih antara kepentingan kuliah, contohnya mengejar deadline tugas kuliah, dan kegiatan organisasi yang Kakak ikuti? Bagaimana keputusan yang Kakak ambil?

Leni Kania Rachmadhiani:
“Kalau aku pribadi sih emang prinsipnya lebih utamain akademis. Karena kan kita kuliah ya buat belajar ya. Jadi ya kita harus nyari nilai juga kan. Makanya ini aku selalu utamain tugas-tugas kuliah. Intinya kuliahan, akademik itu selalu aku utamain daripada organisasi.
Dan juga buat aku, setiap organisasi pasti ada toleransi atau kayak apa ya, mewajarkan lah kalau misalkan anggotanya itu lebih utamain akademik, gitu sih menurut aku.”

Jihan Nabilla:
“Nah, berarti balik lagi kayak prioritas aku awal. Aku lebih mementingkan tugas aku dulu, berarti aku ngerjain tugas kuliah aku dulu sesuai sama deadline yang ada.
Nah, kalau untuk, eh, bukannya aku tidak memprioritaskan organisasi aku, tapi aku lebih, eh, bisa kan organisasi itu kan bersama-sama ya, ada anggota yang lain juga. Aku bisa komunikasi ke mereka untuk, eh, aku ada kerjaan ini dulu. Prioritas aku adalah kuliah, jadi aku akan mengutamakan itu dulu. Setelah selesai-selesai aku mengerjakan tugas-tugas aku, baru aku balik lagi ke organisasi ini. Gitu.”

Apa dampak yang paling Kakak rasakan selama menjalani kuliah sekaligus aktif berorganisasi?

Leni Kania Rachmadhiani:
“Dampaknya kalau di aku lebih ke beneran nge-push atau maksa supaya bagi waktu seefisien mungkin sih. Karena kan jadwal kuliah padat, banyak tugas, organisasi juga banyak tugas. Apalagi kalau organisasi itu ada kegiatan.
Makanya harus benar-benar kayak harus pintar manajemen waktu sih, gimana bagi waktunya. Terus maksa kita tuh kalau misalkan ada tugas, misalnya tugas kuliah, oh berarti kita tugas kuliah, berarti kita harus cepat-cepat ngerjainnya biar kita juga tetap bisa fokus di organisasi. Kalau aku gitu ya.”

Jihan Nabilla:
“Dampak yang aku rasain itu lebih banyak pengalamannya, terus lebih banyak relasinya, terus jadi aku lebih pede dalam berkomunikasi, melatih komunikasi juga.
Terus, apa ya, jadi kalau misalnya kita ada kesulitan itu membantu banget teman-teman organisasi. Itu membantu banget dalam kehidupan sehari-hari juga, kayak gitu.
Terus alhamdulillah-nya aku dapat teman-teman organisasi dan kelas yang pengertian. Jadi mereka tahu aku organisasi gimana, terus teman organisasi aku juga tahu kesibukan kuliah aku gimana, jadi mereka saling mengerti dengan prioritas-prioritas aku.”

Apa tips yang ingin Kakak berikan kepada mahasiswa yang ingin aktif berorganisasi tetapi tetap fokus pada kuliah?

Leni Kania Rachmadhiani:
“Menurut aku, kalau aku sih tipsnya, apa ya, lebih ke ngatur waktunya harus benar-benar pintar dan menurut aku tipsnya harus tetap prioritasin akademik sih.
Soalnya kalau misalkan kayak, buat aku ya, buat aku organisasinya se-oke itu, kita oke hadir, selalu hadir, tapi akademiknya jelek itu kan sayang ya. Apalagi udah UKT itu kan.
Jadi menurut aku benar-benar harus bagi waktunya juga pintar dan tetap utamain akademik. Karena kan kita kuliah buat nyari nilai ya. Jadi kalau bisa sih jangan sampai kayak ngerjain tugas-tugas, tugas, organisasi, terus nilainya jelek, jadi anjlok. Menurut aku nggak sih.
Menurut aku tipsnya, gimana kita pintar bagi waktu dan tetap prioritasin akademik, gitu sih.”

Jihan Nabilla:
“Oke, tips dari aku jangan takut untuk berorganisasi, jangan takut untuk menjadi mahasiswa kura-kura, kuliah-rapat, kuliah-rapat itu jangan takut.
Eh, tapi emang kalian juga harus bisa, eh, balik lagi ke kebutuhan sendiri dan bisa, eh, apa namanya, memanage sama kemampuan kalian. Kayak gitu, itu sih.
Pokoknya harus tetap semangat, jangan sampai menganggap organisasi itu tidak penting karena selain emang untuk kebutuhan sendiri, kalian juga bisa jadi kebutuhan yang lain-lain gitu.”

Dari pengalaman kedua mahasiswa tersebut, membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, dan kehidupan pribadi menjadi tantangan yang membutuhkan kemampuan menentukan prioritas. Meskipun memiliki kesibukan yang berbeda, keduanya sama-sama menekankan pentingnya mengatur waktu dan menjaga komunikasi dengan orang-orang di sekitar.
Bagi mahasiswa yang ingin aktif berorganisasi, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman dan relasi baru. Namun, kewajiban akademik tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar kegiatan organisasi dan perkuliahan dapat berjalan secara seimbang.

Penulis: Naurah Rihhadatul’Aisy, Aqilah Almaidah Simatupang, Noval Achmad Chaeruman (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester 1)

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

Karawang, Wartacana.com – Penyebaran berita hoaks di lingkungan kampus masih kerap terjadi di kalangan mahasiswa. Hal itu disampaikan Irfan Fadhilah, anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Resonan yang dikenal aktif menyuarakan…

Read more
PELANGGARAN LALU LINTAS DI KALANGAN REMAJA: POTRET KURANGNYA KESADARAN BERKENDARA DI ERA MODERN

Karawang, Wartacana.com — Pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja masih menjadi persoalan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak menggunakan helm, tidak memasang plat nomor, menggunakan knalpot brong, hingga tidak…

Read more

You Missed

KULIAH SAMBIL BEKERJA BUKAN HALANGAN UNTUK MENGEJAR CITA-CITA

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

PELANGGARAN LALU LINTAS DI KALANGAN REMAJA: POTRET KURANGNYA KESADARAN BERKENDARA DI ERA MODERN

Pengaruh Lingkungan Pertemanan Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa: Antara Penyesuaian Diri dan Identitas

Pengaruh Lingkungan Pertemanan Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa: Antara Penyesuaian Diri dan Identitas

Pengaruh Pola Tidur terhadap Akademik Mahasiswa, Ini Penjelasan Dinkes Karawang

Pengaruh Pola Tidur terhadap Akademik Mahasiswa, Ini Penjelasan Dinkes Karawang

Menepis Label Apatis: Mengurai Pola Kepedulian Sosial Generasi Muda di Era Digital

Menepis Label Apatis: Mengurai Pola Kepedulian Sosial Generasi Muda di  Era Digital