Bahan Pokok Naik Ugal-ugalan, Pedagang Keluhkan Pembeli Sepi dan Omzet Anjlok

“Karawang, Wartacana.com –“Kenaikan harga sejumlah bahan pokok mulai mencekik para pelaku usaha kuliner kecil di sekitar Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Salah satu yang terdampak paling parah adalah Ibu Devina, pemilik warung Nasi Padang di dekat kawasan kampus tersebut. Saat ditemui pada Kamis, 10 September 2026, gurat kecemasan tampak jelas di wajahnya di tengah hiruk-pikuk melayani pelanggan. Dengan suara yang menyimpan beban berat, ia menceritakan bagaimana melonjaknya harga beras hingga daging ayam eceran—yang kini bahkan telah menembus batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah—mulai menggerogoti usaha kecilnya. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kondisi riil harga bahan baku yang Ibu rasakan saat ini?

Semuanya naik, mulai dari beras, ayam, dan bahan baku lainnya. Kita di lapangan benar-benar terasa sekali perubahannya.

Komoditas apa saja yang kenaikannya paling memberatkan operasional warung?

Terutama beras dan daging ayam. Kalau mengacu ke data pasar sekarang kan harga beras sudah melambung jauh di atas aturan pemerintah (HAP), begitu juga dengan ayam ras yang sekarang harganya bisa di atas Rp38.000 sampai Rp40.000 lebih per kilogramnya. Itu sudah menembus batas atas.

Sejauh mana dampak langsung dari lonjakan harga ini terhadap kelangsungan usaha Ibu?

Kondisi ini berimbas langsung pada perputaran modal warung makan kami. Saya jujur sangat kesulitan mempertahankan margin keuntungan sekarang. Di sisi lain, kami juga tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual porsi makanan ke mahasiswa. Akibatnya omset kami jadi terganggu, padahal biasanya ya lancar-lancar saja.

Menurut pengamatan Ibu di lapangan, apa yang memicu kelangkaan dan tingginya harga pangan ini?

Saya menduga ini seperti efek domino dari kebijakan makro dan adanya program-program baru dari pemerintah. Salah satunya karena BBM naik, dan sepertinya ada pengaruh juga dari tingginya permintaan pasar akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan.

Apa harapan terbesar Ibu selaku pelaku usaha kecil kepada pemerintah saat ini?

Harapan saya kepada pemerintah, tolong segera turun tangan melakukan intervensi pasar. Tolong kembalikan dan normalkan lagi harga bahan pokoknya agar kami rakyat kecil bisa terus menyambung hidup dengan tenang.

 Penulis : Noveby Aulia Diratinasiha, Rio Ferdinond, Divania Mega Syafira 

 

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

Karawang, Wartacana.com – Penyebaran berita hoaks di lingkungan kampus masih kerap terjadi di kalangan mahasiswa. Hal itu disampaikan Irfan Fadhilah, anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Resonan yang dikenal aktif menyuarakan…

Read more
PELANGGARAN LALU LINTAS DI KALANGAN REMAJA: POTRET KURANGNYA KESADARAN BERKENDARA DI ERA MODERN

Karawang, Wartacana.com — Pelanggaran lalu lintas di kalangan remaja masih menjadi persoalan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak menggunakan helm, tidak memasang plat nomor, menggunakan knalpot brong, hingga tidak…

Read more

You Missed

KULIAH SAMBIL BEKERJA BUKAN HALANGAN UNTUK MENGEJAR CITA-CITA

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

Hoax di Kampus : Antara Fakta, Literasi, dan Tanggung Jawab

PELANGGARAN LALU LINTAS DI KALANGAN REMAJA: POTRET KURANGNYA KESADARAN BERKENDARA DI ERA MODERN

Pengaruh Lingkungan Pertemanan Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa: Antara Penyesuaian Diri dan Identitas

Pengaruh Lingkungan Pertemanan Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa: Antara Penyesuaian Diri dan Identitas

Pengaruh Pola Tidur terhadap Akademik Mahasiswa, Ini Penjelasan Dinkes Karawang

Pengaruh Pola Tidur terhadap Akademik Mahasiswa, Ini Penjelasan Dinkes Karawang

Menepis Label Apatis: Mengurai Pola Kepedulian Sosial Generasi Muda di Era Digital

Menepis Label Apatis: Mengurai Pola Kepedulian Sosial Generasi Muda di  Era Digital