Karawang, Wartacana.com- Kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, berlangsung pada Minggu pagi, 20 September 2026. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, seperti jogging dan bersepeda.
Untuk menjaga keamanan peserta, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar jalur CFD. Kendaraan bermotor diarahkan untuk tidak memasuki area yang digunakan warga berolahraga.
Petugas Dishub Karawang, Lukman, mengatakan penutupan jalur dilakukan sejak pukul 06.00 WIB untuk mencegah kendaraan melintas di kawasan CFD.
“Antisipasinya jalur kita tutup. Kalau tidak kita tutup, lalu-lalang kendaraan, khususnya motor dan mobil, tetap masuk,” ujar Lukman saat ditemui di lokasi, Minggu (20/9/2026).
Pengaturan lalu lintas dilakukan situasional
Menurut Lukman, pengaturan lalu lintas selama CFD dilakukan secara situasional. Petugas masih memberikan akses kepada kendaraan tertentu apabila memiliki kepentingan khusus.
Ia mencontohkan kendaraan pengangkut drum band yang diperbolehkan melintas karena berkaitan dengan agenda Bupati Cup yang dijadwalkan berlangsung di sekitar kawasan tersebut.
“Kalau kepentingannya penting, seperti kendaraan pengangkut drum band untuk acara yang akan dibuka Bupati, kita perbolehkan. Kalau tujuannya tidak penting, kita tidak memberikan toleransi dan meminta pengendara memutar arah,” jelasnya.
Petugas juga terlihat menegur pengendara yang berusaha menerobos jalur CFD. Pengendara diminta menggunakan jalur alternatif demi menjaga keselamatan warga yang sedang beraktivitas.
peran Dishub dalam kegiatan tersebut berfokus pada pengaturan arus lalu lintas. Sementara pengamanan ketertiban masyarakat melibatkan instansi lain, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Warga minta kendaraan tidak menerobos
Salah seorang warga, Bapak Ijo, menilai keberadaan petugas Dishub sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan masyarakat yang mengikuti CFD.
“Petugas sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan warga yang jogging, bersepeda, dan berolahraga,” kata Ijo.
Namun, ia menyoroti masih adanya kendaraan yang dapat masuk ke jalur CFD ketika masyarakat sedang berolahraga. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan peserta, terlebih jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Ijo berharap petugas dapat memastikan jalur CFD benar-benar steril selama kegiatan berlangsung.
“Jangan sampai ada kendaraan yang masuk ketika masyarakat masih berolahraga. Kadang mengkhawatirkan, takut terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengikuti CFD untuk bekerja sama dengan petugas dan ikut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Dishub imbau pengendara cari jalur alternatif
Petugas Dishub mengimbau masyarakat yang berolahraga agar tetap berhati-hati. Sementara itu, pengendara yang tidak memiliki kepentingan mendesak diminta tidak menerobos jalur CFD.
“Kami mohon pengendara mengerti. Kami bertugas menjaga kondusivitas. Masyarakat diharapkan menaati peraturan dan mencari jalur alternatif lain,” ujar Lukman.
Pelaksanaan CFD di Karangpawitan diharapkan dapat terus menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk berolahraga setiap Minggu pagi.
Penulis: Amanda Salwanita Putri, Cicih Widianingsih, Rina Rahma, Asyawaliah, Viola Aulia Nisa (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester 1)


