Peran Duta Hukum dan HAM Jawa Barat Dalam Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda

Karawang, Wartacana.com – Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi salah satu isu yang penting untuk dipahami oleh generasi muda. Pemahaman mengenai HAM tidak hanya berkaitan dengan mengetahui hak yang dimiliki setiap individu, tetapi juga bagaimana seseorang dapat menghargai hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman Raihan, Purna Duta HAM Jawa Barat. Selama menjadi Duta HAM, Raihan terlibat dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai Hukum dan HAM kepada masyarakat, termasuk generasi muda. Menurutnya, edukasi dapat dilakukan melalui tatap muka maupun melalui konten di media sosial.

Ketertarikan Raihan terhadap isu HAM sendiri telah muncul sejak duduk di bangku SMP. Ia mengaku pernah melihat kejadian yang dianggap menyimpang dari Hukum dan HAM, salah satunya bullying. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya untuk mendalami Hukum dan HAM hingga akhirnya mendapatkan gelar sebagai Duta Hukum dan HAM Tahun 2024.

Berikut petikan wawancaranya:

 

Potret wawancara bersama Muhamad Raihan Febriansyah selaku, Purna Duta HAM Jawa Barat 2024
Potret wawancara bersama Muhamad Raihan Febriansyah selaku, Purna Duta HAM Jawa Barat 2024

 

Apa saja sih kegiatan yang kak Raihan lakukan selama menjadi Duta HAM Jawa Barat?

Tentunya sebagai seorang roll model, kita tidak terlepas dari yang namanya kita mengsosialisasikan seperti itu, tentunya dari top opsi Duta Hukum sendiri bagaimana cara kami bisa merealisasikan seperti itu tentang Hukum dan juga HAM yang sudah ada, karna sejauh ini kan banyak sekali yah remaja-remaja yang mereka kurang sadar akan Hukum dan juga HAM seperti itu. Jadi tugas yang kami lakukan yaitu merealisasikan tugasnya melalui sosialisasi, mau itu dalam bentuk tatap muka maupun dalam konten/sosial media seperti itu.

Siapa yang menjadi sasaran utama Kak Raihan dalam menyampaikan edukasi mengenai HAM ini?

Tentu saja dalam lingkup Duta HAM sendiri ada banyak, di antaranya yaitu yang paling umum masyarakat yah tentunya, karna masyarakat sendirilah yang paling banyak yang harus kita edukasi mengenai tentang Hukum dan juga HAM ini gitu. Lalu ada remaja-remaja seperti itu, karna seperti yang kita tau yah remaja-remaja saat ini tuh kurang melek terhadap yang namanya Hukum dan juga HAM yang berada di Indonesia. Jadi tugas kami yaitu merealisasikannya kepada remaja dan juga masyarakat umum seperti itu.

Kak Raihan tuh kapan sih mulai tertarik untuk terlibat dalam isu Hak Asasi Manusia?

Tentunya ketertarikan saya ketika saya dulu SMP, dulu saya sering melihat beberapa kejadian yang sangat menyimpang sekali dari Hukum dan juga HAM, seperti adanya pembullyan seperti itu. Waktu itu saya masih belum mempunyai keberanian untuk saya bisa membela hal tersebut, tapi dengan seiring berjalannya waktu saya melihat bahwa kejadian seperti ini itu memang seharusnya tidak diperbolehkan gitu apalagi dalam jenjang pendidikan, karna dengan kita berpendidikan kan seharusnya kita mendapatkan ilmu bukan malah kita adanya bullying seperti itu maupun perundungan.
Jadi setelah saya mempunyai niat seperti itu, akhirnya saya coba mendalami mengenai tentang Hukum dan HAM, dan akhirnya saya pun bertemu dengan salah satu pendutaan yah yaitu Duta Hukum dan HAM akhirnya saya pun mencobalah untuk berkecimbung di sana, hingga Alhamdulilah saya pun bisa mendapatkan gelar sebagai Duta Hukum dan HAM Tahun 2024 hingga saya pun bisa merealisasikan mengenai tentang kesadaran saya dulu kepada teman-teman seperti itu.

Di mana Kak Raihan mendapatkan pengalaman yang paling berkesan selama menjadi Duta HAM Jawa Barat?

Tentunya pengalaman berkesan bagi saya selama saya menjabat, ketika saya memberikan edukasi kepada masyarakat di sana membuat bahagia gitu karna yang awalnya seorang individu itu tidak mengetahui hingga akhirnya menjadi tau, dan mereka juga bisa teredukasi bahwa sifat-sifat seperti itu tuh ya memang tidak terpuji gitu yang memang tidak seharusnya ada, itu yang membuat berkesan bagi saya dan juga itu menyadarkan saya bahwasannya memang saya harus memberikan edukasi begitu kepada mereka.

Menurut Kak Raihan isu HAM masih perlu lebih banyak dikenalkan kepada generasi muda tuh kenapa ya, Kak?

Kenapa kita harus membahas hal ini ya secara keberlanjutan, karna dengan kita terus membahas isu ini kita bisa mengurangi angka seperti pembullyan tadi, perundungan, maupun seperti narkoba, ataupun penyimpangan-penyimpangan yang lain karna sekarang maraknya dunia yah gitu apalagi pengaruh dari Barat ataupun pengaruh dari hal-hal negatif yang lain tentunya sangat banyak ya. Jadi isu mengenai tentang Hukum dan HAM itu memang seharusnya lebih direalisasikan di masa sekarang seperti itu.

Bagaimana sih Kak cara Kak Raihan untuk menghadapi perbedaan pemahaman atau respons masyarakat terhadap isu HAM ini?

Tentu saja perbedaan itu pasti ada yah di masyarakat kita ga bisa pungkiri adanya perbedaan tersebut karna mereka juga mempunyai pemikiran mereka sendiri seperti itu. Tapi bila kita melihat sebuah adanya penyimpangan, bagaimana sih cara kita merubahnya? Dengan kita mempengaruhi satu orang terlebih dahulu, karna apa? karna dengan kita mempengaruhi satu orang pasti orang lain juga akan tergerak gitu dan juga dengan cara kita melakukan hal-hal yang memang baik, jangan malah kita merealisasikan hal tersebut tuh dengan cara kekerasan.
Jadi kita harus dengan cara yang yang baik, dengan cara pendekatan, kalau memang lingkupnya terlalu banyak boleh kita satu per satu dulu, karna efek atau pengaruh dari seseorang seperti itu pasti berpengaruh, sehingga walaupun sedikit demi sedikit itu bisa menghasilkan sesuatu yang baik seperti itu.

Apa tantangan terbesar dari yang Kak Raihan hadapi dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda ya, Kak, mengenai HAM ini?

Tentunya hambatan saya ketika mengedukasi yah kalau misal kepada pelajar dari mereka itu kadang hanya menganggap hal Hukum dan HAM itu cuman sekedar masalah sepele aja seperti itu, jadi mereka menganggapnya kayak “ah udahlah cuman kaya gini aja ga perlu dipermasalahkan” gitu, padahal kan di sisi lain banyak individu juga yang merasa dirugikan bila mereka terus melakukan hal penyimpangan tersebut. Jadi banyak sekali memang tantangannya, tapi ya itu merekalah yang memang harus kami edukasi gitu agar kedepannya tidak ada lagi hal penyimpangan seperti itu.

Untuk cara mengatasi sikap-sikap masyarakat yang seperti itu bagaimana ya, Kak?

Tentunya seperti yang saya bilang di awal yah kita harus melakukan pendekatan kepada mereka, karena orang-orang seperti itu mereka orang-orang yang terkadang susah untuk diberi tahu, jadi dengan adanya pendekatan, dengan kitanya lebih ‘aware’ terbuka kepada mereka, mereka juga bisa berpendapat kepada kita kenapa mereka bisa melakukannya seperti itu. Jadi dari kitanya juga bisa lebih memahami mereka gitu mereka juga akan lebih mudah untuk kita edukasinya.

Kak Raihan kan sekarang sudah jadi Purna, nah setelah tidak lagi menjadi Duta HAM, bagaimana Kak Raihan tetap berkontribusi dalam isu HAM ini?

Tentu saja kami juga sebagai Purna tidak meninggalkan tugas begitu saja, banyak sekali yang saya lakukan yah seperti saya juga membuat sebuah konten di sosial media seperti konten edukasi tentang Hukum dan HAM, mengenai tentang bullying, perundungan seperti itu. Jadi untuk saat ini memang saya cukup aktif di sosial media, dan juga terkadang bilamana ada seseorang yang memang membutuhkan saya untuk berkonsultasi gitu saya juga bersedia untuk memberikan pemahaman yang saya miliki kepada mereka seperti itu.

Apa pesan yang ingin Kak Raihan sampaikan kepada generasi muda mengenai pentingnya memahami dan juga menghargai Hak Asasi Manusia?

Yang saya ingin berikan kepada generasi muda tentunya mempelajari Hukum dan HAM itu sangat penting.  Karena dengan kita mempunyai pematerian gitu yah di dalam diri kita tentang Hukum dan HAM kita juga bisa melibatkan diri kita dalam masyarakat seperti itu. Jadi kita juga bisa berpengaruh lah kepada mereka.
Dan juga bagi generasi muda, kalian lebih banyaklah berliterasi, jangan sampai kalian menyimpulkan sendiri mengenai apa yang tentang sudah kalian dapat, jadi kalian harus bisa memfilter itu semua dengan adanya pemahaman kalian mengenai tentang Hukum dan HAM ini seperti itu.

Foto Bersama seteah wawancara
Foto bersama saudara Raihan selaku Purna Duta HAM Jawa Barat 2024

 

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

You Missed

IKO NETWORK dalam UNSIKA, Apa Perannya?

IKO NETWORK dalam UNSIKA, Apa Perannya?

Tertahan atau Bertahan: Dilema LPM UNSIKA

Tertahan atau Bertahan: Dilema LPM UNSIKA

Peran Duta Hukum dan HAM Jawa Barat Dalam Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda

Peran Duta Hukum dan HAM Jawa Barat Dalam Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda

Menuju Kelurahan Nagasari Yang Infrastrukturnya Kian Memadai

Menuju Kelurahan Nagasari Yang Infrastrukturnya Kian Memadai

ORGANISASI DI ERA MODERN APAKAH MASIH RELEVAN?

ORGANISASI DI ERA MODERN APAKAH MASIH RELEVAN?
Cara Berdebat dan Membuat Argumen Berkualitas