Benteng Kesehatan Usia Remaja: Cerita SMPN 4 Kotabaru Edukasi Siswi Melawan Takut Vaksin HPV

KARAWANG, Wartacana.com — Maraknya kasus kanker serviks pada wanita menjadi perhatian serius bagi dunia kesehatan saat ini. Sebagai langkah preventif sejak dini, pemerintah melalui puskesmas setempat bekerja sama dengan SMPN 4 Kotabaru Karawang untuk menggelar kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi para siswi di lingkungan sekolah. Langkah pencegahan ini menjadi benteng utama dalam melindungi kesehatan reproduksi remaja sebelum memasuki usia dewasa.

Pelaksanaan vaksinasi HPV yang digelar pada 11 Agustus lalu ini ditujukan khusus bagi siswi kelas 9 SMPN 4 Kotabaru sebagai sasaran utama penerima program. Dalam menyukseskan kegiatan tersebut, pihak sekolah memfasilitasi 3 ruang kelas yang dialihfungsikan sebagai lokasi penyuntikan, proses vaksinasi hpv didampingi langsung oleh satu dokter dan tim puskesmas setempat, dengan dua tenaga kesehatan yang ditugaskan khusus untuk melakukan penyuntikan.

Sebagaimana dikutip dari Radar Karawang, Kepala SMPN 4 Kotabaru, Hj. Sopiah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi sekolah dengan fasilitas kesehatan untuk menjaga tumbuh kembang anak. “Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyakit kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papillomavirus. Karena penyakit ini di kalangan perempuan cukup tinggi, sehingga pencegahan sejak dini melalui vaksinasi perlu dilakukan,” jelasnya.

Ulfah Hasanah, S.Pd., Wakasek Kesiswaan
Ulfah Hasanah, S.Pd., Wakasek Kesiswaan

Wakasek Kesiswaan SMPN 4 Kotabaru, Ibu Ulfah Hasanah, menjelaskan bahwa pihak sekolah sangat mendukung penuh program imbauan dari pemerintah dan puskesmas ini demi menekan angka risiko kanker serviks sejak dini. Pihak sekolah juga memegang peranan penting dalam memberikan edukasi awal guna meluruskan kekhawatiran siswi maupun orang tua terkait rasa takut terhadap prosedur medis dan efek samping vaksinasi.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini diatur sedemikian rupa agar tetap tertib. Uniknya, proses yang memakan waktu paling lama bukan saat penyuntikan vaksin, melainkan pada tahap pemeriksaan awal seperti pengecekan kadar hemoglobin (HB), yaitu ukuran jumlah protein kaya zat besi yang terdapat di dalam sel darah merah dan skrining kesehatan siswi. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para siswi benar-benar siap dan aman sebelum menerima suntikan, sebelum akhirnya menjalani tahapan observasi untuk memantau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Kegiatan yang berpusat di lingkungan sekolah ini menyasar seluruh tingkat jenjang kelas dengan fokus yang disesuaikan. Khusus bagi siswi perempuan kelas 9, fokus utama kegiatan adalah pemberian vaksin HPV sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Sementara itu, bagi siswa-siswi kelas 7 dan 8, kegiatan diisi dengan penyuluhan serta pemeriksaan indikator pertumbuhan seperti tes kadar hemoglobin (HB), tinggi badan, dan berat badan.

Meski beberapa siswi sempat merasa cemas, pendekatan edukatif dari pihak sekolah dan kesiapan tim medis berhasil menjaga suasana tetap kondusif. Melalui program ini, SMPN 4 Kotabaru berharap keberhasilan edukasi dan upaya preventif kesehatan reproduksi ini dapat terus berlanjut secara konsisten ke depannya.

Di tengah padatnya aktivitas, Ulfah Hasanah selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Kotabaru, Karawang, meluangkan waktu untuk diwawancarai secara singkat oleh wartawan Muhamad Faiz Prakasa. Berikut petikannya:

Siapa saja sasaran penerima vaksin HPV di SMPN 4 Kotabaru, serta siapa tim medis yang bertugas menyuntikkan?
Kebetulan untuk di smp 4 ini yang kemarin divaksin itu anak kelas 9 perempuan dan untuk timnya saya lupa, yang pasti timnya banyak, pokoknya mereka membagi tim khusus untuk vaksinasi itu hanya dua orang yang ditugaskan, tapi untuk namanya kami lupa.
Tapi ada beberapa dokter yang datang ga bu ke sini?
Ada, ada satu orang.
Mengapa pemberian vaksinasi HPV sangat penting bagi siswi SMPN 4 Kotabaru sejak usia remaja ibu?
Ya mengingat sekarang banyaknya kasus kanker serviks, maka dari itu mungkin pihak puskesmas lebih mementingkan lagi untuk pemberian vaksin ini, jadi sehingga untuk pencegahan lebih, karena kan itu juga program pemerintah ya.
Umur berapa kira kira udah bisa melaksanakan vaksinasi HPV?
Ya kalau di smp berarti sekitar 14 tahun ya.
Gimanasih alur dan tahapan yang harus dilalui oleh siswi SMPN 4 Kotabaru, untuk pendaftaran sampai penyuntikan HPV nya?
Awalnya itu kan kita kasih link, link itu diisi sama orang tua, yang mengizinkan apa tidak, kalau tidak kita tidak memaksakan, jadi vaksin itu tidak dipaksakan kemarin. Ketika orang tua tidak mengizinkan vaksin maka puskesmas tidak boleh menyuntikkan ke siswa, apapun alasannya. Karena orang tuanya tidak mengizinkan, tapi kalau orang tuanya mengizinkan baru kita laksanakan vaksin setelah itu kita rekap, siapa saja yang mengikuti atau yang dibolehkan vaksin, lalu setelah itu ya langsung hari h komunikasi tanggal 11 mulai vaksinasi.
Tapi ada ga bu siswi yang tidak diizinkan sama orang tuanya buat vaksinasi?
Lumayan kemarin hampir 30 lebih ya ngga diizinkan karena faktor pertama memang katanya tidak biasa imunisasi, yang kedua memang saat pelaksanaan itu siswanya sakit, ya karena memang takut juga ya kita efek samping walaupun itu pihak puskesmas yang mensuntik tetepkan orang tua akan menyalahkan sekolah, ya tetap akan bertanya nya ke sekolah gitu.
Tapi selain alasan tidak diizinin sama orang tua, ada nggak sih faktor lain yang emang nggak boleh buat melakukan vaksin tersebut?
Selama ini hanya itu saja sih.

Penulis: Muhamad Faiz Prakasa, Bilqis Nurul Faatihah, Clarissya Deanty Anjani

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

Dosen Filsafat Unsika: Kampus Harus Beri Fasilitas AI Detector

Karawang, wartacana.com- Kehadiran kecerdasan buatan (AI) di ruang-ruang kuliah kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas sehari-hari. Mahasiswa memakainya untuk mencari referensi, menyusun kerangka tulisan, bahkan menyelesaikan tugas dalam hitungan…

Read more

You Missed

Benteng Kesehatan Usia Remaja: Cerita SMPN 4 Kotabaru Edukasi Siswi Melawan Takut Vaksin HPV

Benteng Kesehatan Usia Remaja: Cerita SMPN 4 Kotabaru Edukasi Siswi Melawan Takut Vaksin HPV

Dosen Filsafat Unsika: Kampus Harus Beri Fasilitas AI Detector

Dosen Filsafat Unsika: Kampus Harus Beri Fasilitas AI Detector

Jeritan Warung Nasi Padang: “Tolong Normalkan Lagi Harga Bahan Pokok”

Jeritan Warung Nasi Padang: “Tolong Normalkan Lagi Harga Bahan Pokok”

Peran Pemilik Kos dalam Mendukung Kenyamanan Mahasiswa Perantau di Sekitar UNSIKA

Peran Pemilik Kos dalam Mendukung Kenyamanan Mahasiswa Perantau di Sekitar UNSIKA

Mengintip Bisnis Coffee Cafe Di Stasiun Karawang: Omzet Harian Capai Ratusan Ribu Rupiah

Mengintip Bisnis Coffee Cafe Di Stasiun Karawang: Omzet Harian Capai Ratusan Ribu Rupiah

Mahasiswa KKN Unsika 2026 Kelompok 30 Buat Smart Water Monitoring, Jaga Kualitas Air Tambak Ikan Desa Cibogogirang

Mahasiswa KKN Unsika 2026 Kelompok 30 Buat Smart Water Monitoring, Jaga Kualitas Air Tambak Ikan Desa Cibogogirang