Merantau Untuk Kuliah, Cerita dan Tantangan Mahasiswa Jauh dari Rumah

Karawang, Wartacana.com – Menjadi mahasiswa perantauan bukan hanya tentang menjalani perkuliahan. Tetapi juga tentang belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Perbedaan bahasa, kebiasaan, budaya, hingga cara bergaul menjadi beberapa hal yang perlu dihadapi oleh mahasiswa yang tinggal jauh dari daerah asalnya.

Hal tersebut dirasakan oleh Salomo Aluwa, mahasiswa yang tinggal jauh dari daerah asalnya, Salomo Aluwa menghadapi berbagai pengalaman baru selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Mulai dari menyesuaikan cara berkomunikasi, mengatur keuangan, hingga menjaga komunikasi dengan keluarga di Papua. Pengalaman Salomo Aluwa menjadi gambaran tentang bagaimana mahasiswa perantauan menghadapi berbagai tantangan sekaligus belajar menjadi lebih mandiri di lingkungan yang berbeda dari daerah asalnya.

(Sumber: Adelia Putri)
Foto Narasumber: Salomo Aluwa

Melalui wawancara yang dilakukan pada Selasa, 15 September 2026, pukul 16.57 WIB, di lingkungan sekitar Unsika, kami ingin mengetahui lebih jauh bagaimana pengalaman Salomo Aluwa selama merantau, mulai dari cara mengatur keuangan, menjaga komunikasi dengan keluarga, hingga menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan bahasa dan kebiasaan di lingkungan. Berikut hasil dari wawancara:

Dari daerah mana dan sudah berapa lama kamu tinggal di perantauan?
Saya asli dari provinsi papua pegunungan, di yahukimo yang ada gunung kartens, saya mahasiswa fisip unsika angkatan 2024 dan sekarang semester 5 di prodi ilmu komunikasi.

Bagaimana cara kamu mengatur kebutuhan dan keuangan selama merantau?
Kalau buat soal itu saya kebetulan dapat beasiswa dan kami rata-rata mahasiswa papua yang kuliah disini tuh beasiswa semuanya, biasanya beasiswa tuh dikasih sekitar 7 jutaan untuk 1 semester yaitu 6 bulan, jadi biasanya tuh saya aturnya dari situ, biasanya langsung beli beras yang 20 kiloan buat makan sampai kedepannya, terus kalau lauk biasanya beli atau masak sendiri, beras 20 kilo kadang bertahan sampai 6 bulan masak dari rice cooker karena cuman 2 orang, terus kalau kebutuhan lain paling dari uang yang masuk itu kalau misalnya perlu sekali baru dibeli, tapi kalau tidak biasanya pakai buat yang seperlunya kaya biaya kos-kosan.

Kapan biasanya kamu paling merasa rindu dengan keluarga?
Kalau buat rasa rindu saya udah terbiasa sendiri dari kecil jauh dari keluarga, jadi tidak yang Homesick jadi ya kalau misalnya lagi rindu paling sedikit-sedikit telpon atau kasih kabar biasanya malam setelah kuliah, tapi kalau dalam seminggu perkiraan 3 sampai 4 kali, tapi kan kita beda dua jam kalau misalnya disini jam 7 di papua WIT jadi jam 9.

Apa tantangan yang paling kamu rasakan selama menjadi mahasiswa perantauan?
Ah itu ada sekali, kebetulan tantangan itu masih sampai sekarang saya rasakan, jadi itu pertama tuh di bahasa, waktu itu datang pas umur 18 tahun kan nah itu memang dari umur nol sampai 18 tahun itu tuh memang hidup di papua jadi ya cara komunikasi segala macam untuk pakai bahasa papua kan tiba-tiba kesini harus menyesuaikan, ibarat kita kerumah orang ya harus ikut aturan gitu kan, jadi makanya pas kesini tuh lumayan susah sekali dari segi bahasa nya pas awal dateng susah sekali adaptasi nya, sama cara main pas di teman-teman nongkrong kayak di segi nongkrongnya beda di papua sama disini, waktu semester satu sampai semester dua tuh lumayan cukup berat, berjalannya waktu sekarang udah aman lah, karena kebetulan teman-teman disini tuh terbuka tapi di beberapa waktu sering pakai bahasa daerah sengaja biar teman-teman juga tahu kalau kita dari timur ya culturenya ini, ciri khas juga.

Mengapa kamu memilih untuk kuliah di luar daerah dan menjadi mahasiswa perantauan?
Nah di beasiswa nya ada dua opsi kalau misalkan lulus bakal terpilih dari saya punya pilihan sama pilihannya pemerintah, kalau pilihannya pemerintah mereka yang tentukan tempatnya dimana jurusan sama universitas nya, yang waktu daftar sendiri saya pilihnya di bali di udayana milih jurusan olahraga, cuman ternyata terpilihnya di karawang di universitas singaperbangsa ini pilihannya pemerintah, pas diterima di ilmu komunikasi sempat bingung karna baru tahu ada jurusan komunikasi, sempat mikir mau lanjut apa tidak karna saya pengennya di olahraga, cuman pengen keluar karna bosan juga di papua, dunia seluas ini rugi kalo cuman di papua.

Siapa yang biasanya sering kamu hubungi ketika sedang menghadapi masalah selama di perantauan?
Kebetulan sampe sekarang problemnya belum terlalu besar, dan belum ada, tapi kalo problem kecil paling problem dari kampus kayak ada beberapa mata kuliah yang pas mau diambil krs paling hubungi penanggung jawab beasiswa yang selalu kita hubungi, sama ke teman-teman atau abang-abangan juga.

 

Putri Adelia (Sumber: Dokumen Wartacana.com)
Proses Wawancara

Penulis: Adelia Putri Tiurmaida, Sabrina Azzahra, Jamaludin (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 1)

 

 

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

Cerita di balik warung yang buka 24 jam : tetap melayani saat kota terlelap

Karawang, Wartacana.com – Warung 24 jam merupakan salah satu usaha kecil yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama bagi warga sekitar, anak kos, mahasiswa, dan pekerja. Warung seperti…

Read more
AI dalam Pendidikan: Membantu Proses Belajar atau Membuat Mahasiswa Ketergantungan?

Karawang, Wartacana.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi. Di satu sisi, AI menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam belajar, namun…

Read more

You Missed

Merantau Untuk Kuliah, Cerita dan Tantangan Mahasiswa Jauh dari Rumah

Merantau Untuk Kuliah, Cerita dan Tantangan Mahasiswa Jauh dari Rumah

Cerita di balik warung yang buka 24 jam : tetap melayani saat kota terlelap

Cerita di balik warung yang buka 24 jam : tetap melayani saat kota terlelap

AI dalam Pendidikan: Membantu Proses Belajar atau Membuat Mahasiswa Ketergantungan?

AI dalam Pendidikan: Membantu Proses Belajar atau Membuat Mahasiswa Ketergantungan?

PENGARUH PENGGUNAAN AI TERHADAP PEMBELAJARAN MAHASISWA

PENGARUH PENGGUNAAN AI TERHADAP PEMBELAJARAN MAHASISWA

Krisis Kesadaran dan Dilema Perawatan Fasilitas Toilet di Lingkungan Unsika

Krisis Kesadaran dan Dilema Perawatan Fasilitas Toilet di Lingkungan Unsika

DI BALIK KEMERIAHAN HUT KE-81 RI: Peran Bendahara Dalam Mengelola Dana

DI BALIK KEMERIAHAN HUT KE-81 RI: Peran Bendahara Dalam Mengelola Dana