Bukan Sekadar Teori: ‘Senjata’ Elektrik & Organik KKN UNSIKA Bebaskan Petani Kampungsawah dari Jerat Pestisida Mahal

KARAWANG, Wartacana.com – Sektor pertanian di Desa Kampungsawah menghadapi tantangan besar. Selain itu, serangan hama kerap mengancam hasil panen petani. Oleh karena itu, biaya produksi petani menjadi sangat tinggi.

Ketergantungan pada pestisida kimia sangat kuat. Namun, kebiasaan ini membebani finansial petani. Di samping itu, hal tersebut memicu degradasi kesuburan tanah.

Sosialisasi Program Inovatif

Mahasiswa KKN UNSIKA Kelompok 82 mengambil tindakan nyata. Pertama, mereka mengenalkan pembuatan pestisida nabati. Selanjutnya, mereka memperkenalkan alat pengendali hama bernama Net Electric Trap.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Sekretariat Gapoktan Desa Kampungsawah. Bahkan, para petani menyambut acara ini dengan antusias tinggi. Sehingga, sesi transfer pengetahuan berjalan dengan sangat lancar.

Observasi Lapangan dan Masalah Petani

Program ini bermula dari hasil observasi lapangan. Sebab, mayoritas petani mengeluhkan lonjakan harga pestisida kimia. Akibatnya, margin keuntungan saat panen menjadi sangat tipis.

Penggunaan bahan kimia terus berlanjut tanpa rotasi. Oleh sebab itu, resistensi hama mulai meningkat. Kemudian, petani terpaksa memperbesar dosis aplikasi obat kimia.

“Kami melihat kebutuhan mendesak akan alternatif yang ekonomis. Oleh karena itu, kami membawa konsep Net Electric Trap dan resep pestisida nabati,” jelas Renaldy Octavian Asyifa.

Demonstrasi Pembuatan Pestisida Nabati

Para mahasiswa memperagakan peracikan pestisida secara rinci. Pertama, mereka memilih bahan alami di pekarangan petani. Misalnya, daun nimba, serai wangi, hingga bawang putih.

Bahan-bahan tersebut memiliki senyawa aktif penolak hama. Meskipun demikian, bahan ini sangat aman bagi lingkungan. Akhirnya, residu beracun pada tanah dapat dihindari.

Dua orang petani dan seorang mahasiswa KKN sedang berjongkok di lantai, bersama-sama mengoperasikan blender yang berisi bahan berwarna putih, kemungkinan sedang dalam proses pembuatan pestisida nabati, di dekat spanduk KKN Desa Kampung Sawah.
Petani dan mahasiswa KKN berkolaborasi dalam praktik pembuatan pestisida nabati menggunakan blender.

Teknologi Net Electric Trap

Tim mahasiswa juga memperkenalkan Net Electric Trap. Alat ini berbasis cahaya dan listrik tegangan rendah. Sebab dirakit dari komponen sederhana, alat ini sangat mudah dibuat.

Lampu khusus akan menarik serangga pada malam hari. Selanjutnya, jaring beraliran listrik melumpuhkan serangga tersebut. Dengan demikian, siklus hidup hama dapat terputus.

Seorang mahasiswa KKN berdiri di depan, memberikan penjelasan mengenai alat Net Electric Trap yang menyala dengan lampu biru kepada sekelompok petani desa yang duduk di lantai di dalam sebuah ruangan.
Mahasiswa KKN 82 mendemonstrasikan cara kerja perangkat perangkap hama ramah lingkungan kepada para petani Desa Kampung Sawah.

Respon dan Harapan Petani

Sesi diskusi berjalan sangat interaktif. Bahkan, para petani aktif melontarkan berbagai pertanyaan. Mulai dari takaran bahan hingga teknis perawatan alat.

“Kami sangat terbantu dengan sosialisasi ini. Selama ini, biaya obat kimia sangat besar. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat menghemat pengeluaran kami,” ungkap perwakilan Gapoktan.

Mahasiswa KKN UNSIKA berharap program ini menanamkan kesadaran pertanian berkelanjutan. Harapannya, para petani terus mengembangkan inovasi ini. Sehingga, ekosistem pertanian menjadi lebih mandiri dan produktif.

Penulis: Kelompok 82 KKN Desa Kampungsawah

Kelas Semester Genap TA 2025-2026

Related Posts

Kenaikan Harga Membunuh Pedagang Kecil?

Karawang — Di balik angka inflasi, terdapat sejumlah faktor yang menjadi pemicu kenaikan harga, salah satunya adalah kenaikan harga bahan pangan. Kondisi ini turut dirasakan oleh Rifki, seorang pedagang muda…

Read more
Berawal dari Curhatan Patah Hati, Mahasiswa Unsika Ini Sukses Jadi Konten Kreator dan Raup Cuan

KARAWANG — Berawal dari keisengannya merangkai kata-kata saat patah hati, Noveby Aulia Diratinasiha—atau yang akrab disapa Veby—kini dikenal sebagai salah satu konten kreator muda yang menginspirasi di media sosial. Mahasiswa…

Read more

One thought on “Bukan Sekadar Teori: ‘Senjata’ Elektrik & Organik KKN UNSIKA Bebaskan Petani Kampungsawah dari Jerat Pestisida Mahal”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Kenaikan Harga Membunuh Pedagang Kecil?

Kenaikan Harga Membunuh Pedagang Kecil?

FOMO di Tengah Tren, Ketika Takut Tertingal Memengaruhi Pilihan

FOMO di  Tengah Tren, Ketika Takut Tertingal Memengaruhi Pilihan

Berawal dari Curhatan Patah Hati, Mahasiswa Unsika Ini Sukses Jadi Konten Kreator dan Raup Cuan

Korban Bullying: Saya Trauma Hingga Sempat Ingin Pindah Sekolah

Korban Bullying: Saya Trauma Hingga Sempat Ingin Pindah Sekolah

HARGA BAHAN POKOK NAIK? Masyarakat Mulai Terbebani

HARGA BAHAN POKOK NAIK? Masyarakat Mulai Terbebani

AI dalam Dunia Perkuliahan: Membantu Belajar atau Membentuk Ketergantungan?

AI dalam Dunia Perkuliahan: Membantu Belajar atau Membentuk Ketergantungan?