KARAWANG, Wartacana.com – Perkembangan tren yang semakin cepat membuat berbagai hal mudah menjadi perhatian banyak orang. Mulai dari fashion, gaya hidup, hingga tren di media sosial, semuanya dapat berubah dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat sebagian orang merasa perlu mengikuti tren agar tidak tertinggal dari lingkungan sekitar. Perasaan takut tertinggal tersebut dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO).
Fenomena FOMO sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Sejak dahulu kala, orang memiliki keinginan untuk mengikuti sesuatu yang sedang populer, hanya saja bentuk dan istilahnya berbeda. Perkembangan teknologi saat ini membuat tren semakin mudah menyebar dan menjangkau lebih banyak orang.
Apakah FOMO merupakan fenomena yang baru muncul sekarang?
Menurut Khairul Arief Rahman, S.Sos., MA, FOMO sudah ada sejak dahulu, meskipun nama dan bentuknya berbeda dengan sekarang. Salah satu contohnya dapat dilihat dari rasa takut ketinggalan dalam mengikuti fashion atau gaya tertentu yang sedang populer.
Lalu, apa yang membuat FOMO semakin terasa di zaman sekarang?
Saat ini, semakin banyak hal yang dapat menjadi tren. Perkembangannya tidak hanya terjadi di lingkungan sekitar, tetapi dapat menyebar hingga tingkat regional bahkan internasional. Hal tersebut membuat seseorang lebih mudah mengetahui apa yang sedang ramai dan diikuti banyak orang.
Apakah lingkungan juga bisa memberikan tekanan kepada seseorang untuk mengikuti tren?
Menurut narasumber, lingkungan dapat memberikan tekanan. Seseorang yang tidak mengikuti tren tertentu dapat merasa khawatir mendapatkan perlakuan negatif dari lingkungan, termasuk bullying. Tekanan tersebut dapat membuat seseorang memilih untuk ikut meskipun sebenarnya tidak terlalu memaksakan.
Pengaruh FOMO dalam Kehidupan
Apakah FOMO selalu memberikan dampak negatif?
Tidak selalu. Menurut Khairul, FOMO juga memiliki sisi positif, salah satunya membuat seseorang dapat mengikuti perkembangan zaman. Contohnya dalam fashion, seseorang dapat mengetahui gaya yang sedang berkembang. Namun, mengikuti tren bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan. Setiap orang tetap perlu mempertimbangkan apakah sesuatu yang ingin diikuti memang sesuai dengan kebutuhannya.
Seberapa jauh FOMO dapat mempengaruhi kehidupan seseorang?
FOMO dapat mempengaruhi cara seseorang menentukan kebutuhan dan prioritas. Pengaruh tersebut tidak hanya berkaitan dengan tren, tetapi juga dapat masuk ke bidang finansial maupun karir.
Menurut narasumber, seseorang perlu mempertimbangkan kembali sesuatu yang ingin diikuti. Jangan sampai keputusan diambil hanya karena merasa harus mengikuti orang lain, sementara hal tersebut sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Cara Mengatasi FOMO
Apakah JOMO dapat menjadi salah satu cara untuk menghadapi FOMO?
Menurut Khairul, Joy of Missing Out (JOMO) dapat menjadi salah satu cara untuk menghadapi FOMO. Namun, JOMO belum tentu menjadi solusi apabila hanya digunakan sebagai pengungsi dari rasa takut ketinggalan.
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi FOMO?
Menurut narasumber, hal yang lebih penting adalah belajar menahan diri agar tidak terus merasa khawatir ketika tidak mengikuti suatu tren. Seseorang perlu mampu membedakan mana yang memang dibutuhkan dan mana yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Hal tersebut juga berlaku ketika menentukan prioritas dalam urusan finansial maupun karir. Dengan demikian, keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada keinginan untuk mengikuti orang lain, tetapi juga pada apa yang memang dibutuhkan.
PENULIS : Arisha Fathia Putri, Desty Nur Azizah, Zayd Tsaaif AlKhatami (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 1




