Purwakarta, Wartacana.com – Desa Parakan Garokgek merupakan salah satu desa yang mayoritas masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani, memiliki tantangan besar terkait serangan hama yang dapat menurunkan hasil panen dengan menggunakan pestisida kimia.
Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, dan peningkatkan biaya produksi.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) 2026 desa Parakan Garokgek mengadakan program kerja teknologi tepat guna berupa Light Trap Insect yaitu alat perangkap serangga hama di lahan pertanian dengan menggunakan sumber energi terbarukan berupa panel surya.
Program kerja yang digelar di desa Parakan Garokgek pada Rabu, 22 Juli 2026 diinisiasi tim KKN UNSIKA yang terdiri dari Januar Akbar Rudiat, Iko Matus Suniah, Abdullah Faqih Jihadi, Davia Zamanda, Winda Wati Agustin, Ghina Khaerunnisa, Novela Thresia P , Muhammad Faishal F, Rakha Octa Putra, Nurfaiz Abdulghani, Dhina Tri Mulyaningsih, Rahma Nur K, Moch Fikry H. Dan dibimbing oleh Bapak Ir. Safrian Andromeda, S.T., M.T.
Program kerja diawali dengan melakukan riset dan observasi lapangan guna mengenali permasalahan yang dihadapi petani di Desa Parakan Garokgek, khususnya terkait penggunaan pestisida kimia yang sangat intensif karena tingginya serangan hama pada lahan pertanian. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, kelompok mahasiswaa KKN UNSIKA melakukan studi literatur dan merancang Prototype Teknologi Tepat Guna (Light Trap Insect) yang berupa alat perangkap serangga hama di lahan pertanian yang disesuaikan dengan kondisi kebutuhan masyarakat setempat. Setelah prototype berhasil dibuat, dilakukan uji coba guna memastikan alat dapat berfungsi dengan baik sebelum diaplikasikan di lahan pertanian.
Light Trap Insect (LTI) yang dielaborasikan merupakan alat perangkap serangga yang memanfaatkan LED UV sebagai media untuk menarik serangga hama menuju air sabun sebagai perangkap. Teknologi ini dirancang sebagai salah satu alternatif pengurangan penggunaan pestisida kimia secara intensif dan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Alat ini didesain dan dibuat dengan sederhana menggunakan bahan yang mudah diperoleh sehingga dapat replikasi dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.
Pelaksanaan program kerja ini dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan alat kepada para kelompok tani dan pemasangan alat di salah satu lahan pertanian. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan cara kerja alat, penggunaan, dan perawatan light trap insect agar dapat dimanfaatkan secara optimal dilahan pertanian. Petani muda juga dilibatkan dalam proses uji coba alat sebagai bentuk pastisipasi aktif sekaligus memberikan masukan terhadap pengembangan teknologi yang telah dirancang.

Perancang alat Light Trap Insect (LTI), Januar Akbar Rudiat menyampaikan bahwa inovasi Teknologi Tepat Guna ini diharapkan menjadi solusi sederhana dalam membantu petani meminimalisir penggunaan pestisida kimia, serta menyokong terciptanya praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Parakan Garokgek.
Penulis : Iko Matus Suniah, Januar Akbar Rudiat, Abdullah Faqih Jihadi (Mahasiswa KKN UNSIKA 2026 Parakan Garokgek)






https://shorturl.fm/bjo9h