Karawang, wartacana.com – Di depan halaman Stasiun Kereta Api Karawang, terdapat cukup banyak UMKM dan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitaran wilayah tersebut, salah satunya ialah Ulfa yang mengelola Coffee Cafe di bawah naungan brand raksasa Nestlé yang berada di cabang Stasiun Kereta Api Karawang.
Narasumber, Ulfa, memaparkan bahwa Coffee Café merupakan produk waralaba dari brand Nestlé dikarenakan produk yang dijual merupakan produk berbasis brand Nestlé. Kelompok konsumen yang paling dominan dalam membeli produk ini ialah kelompok pekerja (seperti buruh/karyawan) dan kelompok pelajar, baik itu peserta didik Sekolah Menengah Atas ataupun mahasiswa/i.
Menurut Ulfa, sebagai pekerja/pengelola di cabang Stasiun Kereta Api Karawang, memaparkan pula bahwa cabang Coffee Café memiliki kurang lebih 6 hingga 7 cabang.
Omzet yang diraup dalam waktu per-hari cukup fantastis, yaitu sekitar Rp200.000-Rp300.000. Namun, jika di hari-hari tertentu, seperti hari raya keagamaan, hari libur nasional, atau terjadinya arus balik (seperti arus balik buruh atau kedatangan mahasiswa/i ke daerah Karawang menggunakan kereta) omzet yang diraup bisa mencapai setengah juta/Rp500.000.

Berikut petikan wawancara:
1. Apa nama produk brand yang dijual?
Ini tuh sudah termasuk ke Nestle, bukan Nescafe lagi karena kita pakai produk dari Nestle.
2. Siapa kelompok pelanggan yang paling sering membeli produk brand UMKM ini?
Kadang dari pekerja-pekerja si kak dan dari yg lain juga seperti kayak yang perantauan gitu.
3. Apakah brand ini memiliki cabang? Jika memiliki cabang, ini cabang yang berlokasi di mana dan keberapa?
Setau saya ya cabang nya itu sekitar ada 6-7, cuman yang aku tau cuma kayak di Sukabumi, Telukjambe dan itu yang aku tahu.
4. Untuk omzet penjualannya itu bagaimana kak dalam perhari nya berapa?
Kalau perhari itu bisa 300-500 ribu, apalagi hari libur. Iya ini rame nya tuh kadang hari libur, kalau hari biasa 200-300-an.
5. Apakah ada beberapa kejadian yang menyebabkan kenaikan pendapatan?
Kadang itu ada di setiap harinya kak, soalnya kita kan gabisa memprediksi ya kak untuk hal itu.
Dengan omzet yang terbilang stabil dan lokasi yang strategis di pusat aktivitas transportasi masyarakat, usaha kedai booth seperti yang dikelola Kak Ulfa menjadi bukti nyata bagaimana kemitraan waralaba brand besar mampu mendongkrak perekonomian sektor informal di kawasan Stasiun Karawang.
Tingginya lalu lintas penumpang di Stasiun Kereta Api Karawang menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM lokal. Melalui penyediaan minuman berkualitas dengan harga terjangkau, usaha kuliner skala mikro ini diharapkan dapat terus berkembang dan menopang perekonomian kawasan setempat.
Penulis: Syakira Amalia, Najma Pula Sifah, Azahra Assofi (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsika Semester 1).







